ABDULLAH, MUTIARA HUMAERAH MAHBUBAH (2025) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PEGAWAI DIREKTORAT PENDIDIKAN DAN DIREKTORAT SUMBER DAYA MANUSIA UNIVERSITAS HASANUDDIN = Factors Associated with Work Fatigue Among Employees of the Directorate of Education and the Directorate of Human Resources at Hasanuddin University. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K011211143-aXS7wMYopxZQcnjy-20250820162909.png
Download (144kB) | Preview
K011211143-1-2.pdf
Download (299kB)
K011211143-dp.pdf
Download (191kB)
K011211143-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 August 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
MUTIARA HUMAERAH MAHBUBAH ABDULLAH. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pegawai Direktorat Pendidikan Dan Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Hasanuddin. (dibimbing oleh Ibu A. Wahyuni, SKM., M. Kes) Latar Belakang. Kelelahan kerja merupakan kondisi yang ditandai dengan menurunnya produktivitas dan ketahanan dalam menyelesaikan tugas. Sektor pendidikan mencatat tingkat kelelahan kerja tertinggi di dunia, yaitu 30,24 dan 14,66 kasus per 100.000 pekerja setiap tahunnya. Hasil analisis pegawai Direktorat Pendidikan dan Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Hasanuddin dihadapkan pada beban kerja tinggi dan tuntutan administrasi yang kompleks. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara beban kerja mental, masa kerja, lama kerja, dan postur kerja dengan kelelahan kerja pada pegawai Direktorat Pendidikan dan Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Hasanuddin. Metode. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 responden dengan teknik exhaustive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Instrumen penelitian meliputi kuesioner IFRC (Industrial Fatigue Research Committee), NASA-TLX (Task Load Index) dan aplikasi TuMeKe dengan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan 58,2% responden mengalami kelelahan kerja, sedangkan 41,8% tidak mengalami kelelahan kerja. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara beban kerja mental (p = 0,026), lama kerja (p = 0,034), dan postur kerja (p = 0,040) dengan kelelahan kerja, sedangkan masa kerja tidak menunjukkan hubungan signifikan (p = 0,370). Kesimpulan. Beban kerja mental, lama kerja, dan postur kerja berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Namun, masa kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan beban kerja mental, durasi kerja, dan postur kerja yang ergonomis perlu diperhatikan untuk mencegah kelelahan kerja. Saran. Diharapkan institusi menetapkan kebijakan pengelolaan durasi dan beban kerja, menerapkan program rotasi pekerjaan, serta menyediakan fasilitas kerja ergonomis untuk mencegah kelelahan kerja.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kelelahan Kerja, Faktor, Pegawai Direktorat Pendidikan dan Direktorat Sumber Daya Manusia |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 05:37 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 05:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52112 |
