IMPLEMENTASI PENYELESAIAN PERKARA ANAK MELALUI DIVERSI PADA TAHAP PENYIDIKAN (STUDI KASUS POLRES MAROS) = IMPLEMENTATION OF JUVENILE CASE SETTLEMENT THROUGH DIVERSION AT THE INVESTIGATION STAGE (CASE STUDY OF MAROS POLICE STATION)


YUDHA, ANDI YOUMIL IKEZUMY (2025) IMPLEMENTASI PENYELESAIAN PERKARA ANAK MELALUI DIVERSI PADA TAHAP PENYIDIKAN (STUDI KASUS POLRES MAROS) = IMPLEMENTATION OF JUVENILE CASE SETTLEMENT THROUGH DIVERSION AT THE INVESTIGATION STAGE (CASE STUDY OF MAROS POLICE STATION). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul]
Preview
Image (sampul)
B011211331-KU4eIho5GMAZdcfB-20250703121404.jpg

Download (291kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B011211331-1-2.pdf

Download (113kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
B011211331-dp.pdf

Download (45kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
B011211331-Fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 July 2027.

Download (704kB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Kenakalan remaja saat ini telah berkembang menjadi tindakan kriminal yang semakin meningkat, menimbulkan kekhawatiran banyak pihak. Penyelesaian perkara anak melalui diversi masih menghadapi tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan diversi pada tahap penyidikan sebagai bentuk penyelesaian tindak pidana yang dilakukan oleh anak di Polres Maros dan untuk mengetahui faktor penghambat yang mempengaruhi pengimplementasian diversi pada tindak pidana yang dilakukan oleh anak pada tahap penyidikan di Polres Maros. Metode: Penelitian ini menggunakan tipe penelitian empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Penelitian ini dilakukan di Polres Maros. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Penyelesaian perkara anak di Polres Maros mengupayakan pendekatan Restorative Justice melalui media penal pada tahap penyelidikan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif. (2) Faktor penghambat pelaksanaan diversi pada Polres Maros terdiri dari kurangnya penyidik anak yang tersertifikasi, ketidakhadiran pihak aparat penegak hukum dan pihak pendamping seperti pekerja sosial profesional dan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pelaksanaan diversi. Hambatan-hambatan tersebut dapat dikategorikan sebagai faktor hukumnya, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas serta faktor masyarakat. Kesimpulan: Adapun kesimpulan penelitian ini bahwa pelaksanaan diversi oleh penyidik anak di Polres Maros pada tahap penyidikan telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2015. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan yang mencakup faktor hukum, penegak hukum, sarana dan fasilitas, serta faktor masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Anak; Diversi; Penyidikan; Tindak Pidana
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 02 Jan 2026 02:15
Last Modified: 02 Jan 2026 02:15
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52086

Actions (login required)

View Item
View Item