Monitoring Landsubsidence Kota Makassar Menggunakan Citra Sentinel-1 Dengan Metode Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR) = Monitoring Landsubsidence in Makassar City Using Sentinel1 Imagery with the Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR) Method


DRAJAT, ELZASKIAH (2025) Monitoring Landsubsidence Kota Makassar Menggunakan Citra Sentinel-1 Dengan Metode Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR) = Monitoring Landsubsidence in Makassar City Using Sentinel1 Imagery with the Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR) Method. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
H061211072-Cover.jpg

Download (368kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
H061211072-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (588kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
H061211072-dp(FILEminimizer).pdf

Download (159kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
H061211072-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 8 August 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Elzaskiah Drajat. Monitoring Landsubsidence Kota Makassar Menggunakan Citra Sentinel-1 Dengan Metode Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR) (dibimbing oleh Dr. Samsu Arif, M.Si) Latar Belakang: Penurunan muka tanah (landsubsidence) merupakan bencana geologi yang mengancam keberlanjutan pembangunan wilayah perkotaan, terutama pada kota padat penduduk seperti Kota Makassar. Faktor penyebabnya antara lain eksploitasi air tanah berlebih, beban bangunan, serta kondisi geologi berupa endapan muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memantau laju penurunan muka tanah dan mengidentifikasi zona rawan landsubsidence di Kota Makassar. Metode: Metode DInSAR memanfaatkan gelombang mikro dari sensor SAR untuk mendeteksi deformasi permukaan. Data yang digunakan berupa citra Sentinel-1 tipe SLC orbit ascending dengan polarisasi VV periode 2020–2024 dan data DEM SRTM 30 m. Validasi dilakukan menggunakan data GPS dari BIG. Hasil: Kota Makassar mengalami landsubsidence secara bertahap setiap tahun. Tahun 2020–2021, nilai rata-rata penurunan mencapai - 0,0171 m/tahun dengan zona signifikan di Kecamatan Rappocini, Mamajang, dan Mariso. Tahun 2021–2022 menunjukkan peningkatan penurunan rata-rata menjadi -0,0196 m/tahun, meluas ke Tamalate dan Biringkanaya. Tahun 2022– 2023 nilai deformasi sedikit menurun menjadi -0,0153 m/tahun, namun tetap menunjukkan tren konsisten di wilayah padat infrastruktur. Periode 2023–2024, laju penurunan meningkat menjadi -0,0208 m/tahun. Kesimpulan: Rata-rata laju penurunan muka tanah di Kota Makassar sebesar -0,01 m/tahun dengan variasi spasial signifikan. Wilayah pesisir seperti Kecamatan Wajo, Ujung Tanah, Bontoala, dan Makassar mengalami subsidence tertinggi, mencapai -0,07 m/tahun. Zona paling rawan terdapat di pusat dan barat daya kota.

Keyword : Penurunan muka tanah, penginderaan jauh, DInSAR, Sentinel-1, Kota Makassar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Landsubsidence, remote sensing, DInSAR, Sentinel-1, Makassar City.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 02 Jan 2026 01:59
Last Modified: 02 Jan 2026 01:59
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52079

Actions (login required)

View Item
View Item