FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PEKERJA TANI SAYUR DIKECAMATAN TINGGIMONCONG KABUPATEN GOWA = Factors Associated with Musculoskeletal Disorders (MSDs) Among Vegetable Farmers in Tinggimoncong Subdistrict, Gowa Regency


NABHAN, MUHAMMAD RAID (2025) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PEKERJA TANI SAYUR DIKECAMATAN TINGGIMONCONG KABUPATEN GOWA = Factors Associated with Musculoskeletal Disorders (MSDs) Among Vegetable Farmers in Tinggimoncong Subdistrict, Gowa Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
K011201091-csS0azlWJgOLM361-20250821003304.jpg

Download (268kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K011201091-1-2.pdf

Download (356kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K011201091-dp.pdf

Download (217kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
K011201091-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 August 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Gangguan muskuloskeletal akibat kerja (MSDs) merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang paling umum, khususnya di sektor pertanian yang memiliki risiko ergonomi tinggi akibat metode pertanian tradisional. Petani sayur di Kecamatan Tinggimoncong, Sulawesi Selatan, terpapar aktivitas fisik berat, postur kerja yang tidak ergonomis, serta penggunaan alat pelindung diri yang terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada petani sayur di Kecamatan Tinggimoncong. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 80 responden, diambil menggunakan teknik exhaustive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), pengukuran antropometri, serta observasi postur kerja dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil: Prevalensi keluhan MSDs pada responden cukup tinggi, dengan area tubuh yang paling sering mengalami keluhan adalah bagian paha kanan (41,3%), bokong (33,8%), serta punggung bawah dan pergelangan tangan kanan (masing-masing 33,8%) dengan tingkat keluhan sangat sakit (SS). Terdapat hubungan yang signifikan antara keluhan MSDs dengan variabel umur (p=0,032), lama kerja harian (p=0,015), masa kerja (p=0,017), Indeks Massa Tubuh (IMT) (p=0,004), dan postur kerja (p=0,002). Tidak ditemukan hubungan signifikan dengan jenis kelamin(p=0,980). Kesimpulan: umur, durasi kerja harian, masa kerja, IMT, dan postur kerja merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan keluhan MSDs pada petani sayur. Intervensi ergonomi dan edukasi mengenai praktik kerja yang aman sangat dibutuhkan untuk menurunkan risiko MSDs pada populasi ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Gangguan Muskuloskeletal, Petani Sayur, Ergonomi, Postur Kerja, Kesehatan Kerja, Sulawesi Selatan.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 02 Jan 2026 01:26
Last Modified: 02 Jan 2026 01:26
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52063

Actions (login required)

View Item
View Item