FAKTOR RISIKO KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR TAHUN 2022-2023 = Risk Factors For The Incidence Of Low Birth Weight (BBLR) In The Batua Puskesmas Area Of Makassar City In 2022-2023


AULIA, A.RIKA REZKY (2025) FAKTOR RISIKO KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR TAHUN 2022-2023 = Risk Factors For The Incidence Of Low Birth Weight (BBLR) In The Batua Puskesmas Area Of Makassar City In 2022-2023. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
K011191083-rdA3KcHPBTjEoexq-20250812203914.jpg

Download (97kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K011191083-1-2.pdf

Download (635kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K011191083-dp.pdf

Download (184kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
K011191083-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 July 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Menurut World Health Organization (2020) Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang baru lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram yang merupakan indikator untuk menilai derajat atau status kesehatan anak, sehingga sangat berperan penting untuk memantau status kesehatan anak sejak kelahiran. Tujuan: Untuk menganalisis faktor risiko kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Batua Kota Makassar tahun 2022-2023. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain study case control, dengan total jumlah sampel sebanyak 150 sampel yang terdiri dari 50 sampel kasus dan 100 sampel kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Data dianalisis menggunakan software stata versi 14 secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Odds Ratio. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang merupakan faktor risiko kejadian BBLR dan bermakna secara statistik adalah pendapatan keluarga (OR=4,9; 95%CI=2,2-11,4), indeks kesejahteraan keluarga (OR=5,3; 95%CI=1,9-16,4), frekuensi kunjungan ANC (OR=4,1; 95%CI=1,8-9,4), paritas (OR=4,8; 95%CI=2,2-10,6), KEK (OR=3,6; 95%CI=1,7-7,9), status anemia (OR=3,6; 95%CI=1,6-8,2) dan keterpaparan asap rokok (OR=2,0; 95%CI=1,04-4,16). Kesimpulan: Pendapatan keluarga, indeks kesejahteraan keluarga, frekuensi kunjungan ANC, paritas, KEK, status anemia dan keterpaparan asap rokok merupakan faktor risiko BBLR dan bermakna secara statistik. Diharapkan kepada ibu hamil untuk mencukupi nutrisi seimbang, rutin mengonsumsi tablet tambah darah, jauhkan diri dari paparan asap rokok, dan yang penting melakukan pemeriksaan antenatal secara rutin dan tepat waktu untuk memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin agar dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: BBLR, Faktor Risiko, Case Control
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 02 Jan 2026 01:20
Last Modified: 02 Jan 2026 01:20
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52058

Actions (login required)

View Item
View Item