ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA KONSTRUKSI DI KAWASAN TALLASA CITY (Studi Kasus Proyek X) = ANALYSIS OF RISK FACTORS FOR WORKPLACE ACCIDENTS AMONG CONSTRUCTION WORKERS IN THE TALLASA CITY AREA (Case Study of Project X)


DATU, HESTY (2025) ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA KONSTRUKSI DI KAWASAN TALLASA CITY (Studi Kasus Proyek X) = ANALYSIS OF RISK FACTORS FOR WORKPLACE ACCIDENTS AMONG CONSTRUCTION WORKERS IN THE TALLASA CITY AREA (Case Study of Project X). Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
K032221022-bxjG4JYfENqIrhts-20250814065552.png

Download (307kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K032221022-1-2.pdf

Download (959kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K032221022-dp.pdf

Download (270kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
K032221022-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Pekerja konstruksi memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan kerja akibat karakteristik pekerjaan yang berat dan kompleks. Berbagai faktor individu dan lingkungan kerja dapat memengaruhi terjadinya kecelakaan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi di Kawasan Tallasa City. Metode. Desain penelitian ini adalah case control dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 70 responden (35 kasus dan 35 kontrol), dengan matching berdasarkan jenis kelamin dan jenis pekerjaan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square, Odds Ratio (OR), dan regresi logistik ganda. Hasil. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan kecelakaan kerja adalah penggunaan APD (OR=8,179; CI 95%=2,683-24,939; p=0,000<0,05), tingkat pendidikan (OR=4,500; CI 95%=1,093 – 7,739; p = 0,003<0,05), masa kerja (OR =3,431; CI 95%=1,251 – 9,404; p=0,015<0,05), waktu kerja (OR = 3,524; CI 95%= 1,088–7,598 p= 0,012<0,05), dan riwayat pelatihan (OR = 2,909; CI 95%=1,093–7,739; p = 0,030<0,05). Status perkawinan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,810<0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan variabel yang paling berpengaruh (OR= 6,492; CI 95% = 2,052–20,537; p=0,000<0,05), diikuti oleh tingkat pendidikan (OR = 3,138; CI 95% = 1,013–9,719; p=0,047<0,05). Kesimpulan. Kecelakaan kerja merupakan hasil interaksi dari beberapa faktor yang bersifat individual kurangnya pengalaman kerja, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan keselamatan, serta beban kerja yang tinggi. Oleh karena itu, intervensi pencegahan yang komprehensif perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas pekerja melalui pendidikan dan pelatihan keselamatan kerja, peninjauan durasi waktu kerja, serta penguatan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta budaya keselamatan kerja di sektor konstruksi

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kecelakaan kerja, masa kerja, konstruksi, faktor risiko, APD
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 02 Jan 2026 01:09
Last Modified: 02 Jan 2026 01:09
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52053

Actions (login required)

View Item
View Item