ANALISIS KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA DI DINAS KESEHATAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA = ANALYSIS OF MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) IN WORKERS AT THE REGIONAL HEALTH OFFICE OF NORTH SULAWESI PROVINCE


HASAN, MOHAMAD PRASETYO (2025) ANALISIS KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA DI DINAS KESEHATAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA = ANALYSIS OF MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) IN WORKERS AT THE REGIONAL HEALTH OFFICE OF NORTH SULAWESI PROVINCE. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
K032221005-kAMLeKZGpVzSc8EW-20250813230402.png

Download (433kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K032221005-1-2.pdf

Download (909kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K032221005-dp.pdf

Download (174kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
K032221005-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 August 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Keluhan Musculoskeletal disorders (MSDs) sering dilaporkan hampir seluruh pekerja perkantoran di seluruh dunia. Musculoskeletal disorders merupakan sebuah masalah pada sistem muskuloskeletal terjadi karena dipicu oleh tugas serta performansi kerja pada pekerja seperti postur tubuh yang tidak natural, tugas, waktu kerja dan banyaknya pekerjaan tersebut serta faktor individu (IMT, masa kerja, kebiasaan merokok dan kebugaran jasmani). Faktor pekerjaan (postur kerja, tuntutan kerja dan kepuasan kerja) juga termasuk penyebab terjadinya keluhan MSDs. Hasil survei awal yang dijalankan pada beberapa pekerja mengeluh terkait nyeri pada bagian punggung bawah, nyeri yang dirasakan akibat terlalu lama duduk dalam posisi yang sama. Tujuan. untuk melihat keluhan musculoskeletal disorder pada pekerja di Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Metode. Desain penelitian yang diterapkan ialah metode observasional dan pendekatan cross-sectional. Perhitungan besar sampel menerapkan rumus Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 147 responden. Kemudian di uji menerapkan uji chi-square dan regresi logistik dengan aplikasi SPSS. Hasil. Dari hasil uji statistik menampakkan ada hubungan Postur Kerja (p=0,000<0,05), tuntutan Kerja (p=0,012<0,05), masa kerja (p=0.027<0,05), kepuasan kerja (p=0,029<0,05) dan kebiasaan merokok (p=0.040<0,05) sedangkan tidak ada hubungan IMT (p=0,380 > 0,05) dan kebiasaan berolahraga (p=0,938>0,05). Hasil analisis regresi logistik mendapatkan postur kerja merupakan faktor yang sangat signifikan terjadinya keluhan MSDs. Kesimpulan. Keluhan muskuloskeletal dapat dipicu oleh postur kerja yang tidak ergonomi, tuntutan kerja yang tinggi, kurangnya kepuasan kerja, masa kerja yang terlalu lama serta kebiasaan merokok. Meskipun indeks massa tubuh dan kebiasaan berolahraga cenderung tidak memiliki pengaruh tetapi memperhatikan asupan gizi dan olahraga rutin berguna dalam menjaga kesehatan tubuh serta menyisipkan waktu untuk beristirahat yang cukup.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Musculoskeletal Disorders (MSDs), Pekerja, Postur Kerja.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 02 Jan 2026 00:43
Last Modified: 02 Jan 2026 00:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52051

Actions (login required)

View Item
View Item