PERLINDUNGAN HUKUM ATAS KORBAN PENGEDITAN KONTEN PORNOGRAFI MENGGUNAKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE = LEGAL PROTECTION FOR VICTIMS OF PORNOGRAPHIC CONTENT MANIPULATION USING ARTIFICIAL INTELLIGENCE


PUTRA ARFIN, NAUFAL AHMED (2025) PERLINDUNGAN HUKUM ATAS KORBAN PENGEDITAN KONTEN PORNOGRAFI MENGGUNAKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE = LEGAL PROTECTION FOR VICTIMS OF PORNOGRAPHIC CONTENT MANIPULATION USING ARTIFICIAL INTELLIGENCE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of SAMPUL]
Preview
Image (SAMPUL)
B011211114-qMsPEkF4Gvfl7VUh-20250630153436.jpg

Download (304kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
B011211114-l-2.pdf

Download (271kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
B011211114-dp.pdf

Download (207kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
B011211114-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 June 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Artificial Intelligence (AI), termasuk teknologi deepfake yang mampu memanipulasi konten digital secara realistis, telah membawa tantangan hukum baru, terutama terkait penyebaran konten pornografi palsu. Karena belum ada regulasi khusus yang mengatur deepfake pornografi di Indonesia, penelitian ini fokus pada perlindungan hukum bagi korban, mengingat cepatnya penyebaran konten dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam memverifikasi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan hukum pidana atas korban pengeditan konten menggunakan artificial intelligence dan Upaya kepolisian dalam menanggulanginya. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif dengan data primer dari dokumen pendukung dan data sekunder dari wawancara Polrestabes Makassar, dianalisis secara normatif kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa (1) Kebijakan hukum pidana belum mengatur secara spesifik mengenai kekerasan seksual berbasis deepfake atau manipulasi digital. Regulasi membutuhkan pembaruan agar lebih efektif menghadapi kejahatan digital berbasis AI yang terus berkembang; (2) kepolisian telah melakukan Upaya preventif dan preemtif seperti kampanye literasi digital, serta meningkatkan alat digital untuk mendeteksi pelaku. Secara represif, kepolisian melakukan penyidikan berbasis bukti digital, takedown konten ilegal, dan pemberian akses bagi korban untuk pemulihan psikologis serta kompensasi. Hukum pidana di Indonesia belum spesifik mengatur deepfake pornografi, sehingga kepolisian mengandalkan UU TPKS, UU ITE, dan UU PDP sambil mendorong regulasi baru. Upaya perlindungan korban meliputi edukasi digital, patroli siber, kerja sama platform, penggunaan teknologi deteksi AI, serta dukungan restitusi dan psikologis dengan kolaborasi berbagai pihak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Artificial Intelligence, Pornographic, TPKS
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 29 Dec 2025 02:04
Last Modified: 29 Dec 2025 02:04
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52040

Actions (login required)

View Item
View Item