Dinamika Mata Pencaharian Masyarakat Pasca Pembangunan PLTB di Wilayah HKm Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang: Studi Kasus Kelompok Tani Hutan Sipatuo II = Dynamics of Community Livelihoods After Construction of PLTB in the HKm Area of Mattirotasi Village, Watang Pulu District, Sidenreng Rappang Regency: Case Study of the Sipatuo II Forest Farmer Group


RISAL, FATIHATUL HIDAYAH (2025) Dinamika Mata Pencaharian Masyarakat Pasca Pembangunan PLTB di Wilayah HKm Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang: Studi Kasus Kelompok Tani Hutan Sipatuo II = Dynamics of Community Livelihoods After Construction of PLTB in the HKm Area of Mattirotasi Village, Watang Pulu District, Sidenreng Rappang Regency: Case Study of the Sipatuo II Forest Farmer Group. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M011211108-ohbaP0cqEWZ7uGg3-20250514144325.jpg

Download (432kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M011211108-1-2.pdf

Download (201kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011211108-dp.pdf

Download (101kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M011211108-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 May 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

HKm merupakan skema perhutanan sosial yang berada di hutan negara dengan memberdayakan masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat setempat dalam peningkatan perekonomian dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya hutan (Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No P.83/MENLHK/2016 tentang Perhutanan Sosial). Bentuk dukungan terhadap regulasi Perhutanan Sosial, dalam hal ini program Hutan Kemasyarakatan, ialah dengan dibentuknya kelompok-kelompok tani pada kawasan HKm yang dikenal dengan Kelompok Tani Hutan (KTH). Salah satu KTH yang berlokasi di lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap adalah KTH Sipatuo II yang terbentuk secara resmi dan berdasarkan pada Keputusan Mentri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : SK.679/Menhut-II/2010 tentang keputusan mengenai penunjukan kawasan hutan dan perairan di suatu provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dinamika mata pencaharian masyarakat HKm Mattirotasi, khususnya bagi para anggota Kelompok Tani Hutan Sipatuo II. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel purposive terhadap 16 anggota aktif KTH Sipatuo II, periode pengumpulan data Agustus 2024–Januari 2025. Analisis meliputi perhitungan pendapatan dan biaya usaha tani, serta analisis kesenjangan antara harapan dan kenyataan (gap analysis). Hasil menunjukkan bahwa usaha tani di dalam HKm relative efisien dengan rasio biaya terhadap nilai produksi hanya 0,48 yang artinya memberikan pendapatan netto besar bagi petani. Sebagian besar responden juga mengembangkan mata pencaharian non-pertanian di luar HKm, dengan rata – rata pendapatan tahunan dari aktivitas luar HKm Rp 31.419.519 lebih tinggi dibandin dalam HKm Rp 16.220.880. Analisis kesenjangan harapan dan kenyataan mengungkapkan nilai gap negative untuk indikator lapangan pekerjaan (-4) dan peningkatan penghasilan (-7), sedangkan indikator perbaikan infrastruktur, akses fasilitas umum, dan akses teknologi terpenuhi sesuai harapan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: hutan kemasyarakatan ; PLTB ; mata pencaharian ; pendapatan dan analisis kesenjangan
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 29 Dec 2025 00:33
Last Modified: 29 Dec 2025 00:33
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51990

Actions (login required)

View Item
View Item