ASMIATI, ASMIATI (2025) EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KULIT JAGUNG DAN DAUN JAGUNG Zea mays L. DALAM PRODUKSI BIOETANOL OLEH Zymomonas mobilis DENGAN METODE Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) = EFFECTIVENESS OF USING CORN SKIN AND CORN LEAVES OF Zea mays L. IN BIOETHANOL PRODUCTION BY Zymomonas mobilis USING THE SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION (SSF) METHOD. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H041211003-Cover.jpg
Download (383kB) | Preview
H041211003-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (227kB)
H041211003-dp(FILEminimizer).pdf
Download (175kB)
H041211003-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.
Download (930kB)
Abstract (Abstrak)
ASMIATI. Efektivitas Penggunaan Kulit Jagung Dan Daun Jagung Zea Mays L. Dalam Produksi Bioetanol Oleh Zymomonas Mobilis Dengan Metode Simultaneous Saccharification And Fermentation (SSF) (dibimbing oleh Prof. Dr. Zaraswati Dwyana, M.Si.) Latar Belakang. Produksi bioetanol dari limbah lignoselulosa merupakan salah satu solusi potensial untuk mengatasi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta mengurangi pencemaran lingkungan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi daun dan kulit jagung (Zea mays L.) sebagai bahan baku bioetanol melalui metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) menggunakan bakteri Zymomonas mobilis. Metode. Penelitian ini mencakup tahap delignifikasi, sakarifikasi, dan fermentasi secara simultan (SSF). Hasil. Hasil menunjukkan bahwa kandungan selulosa meningkat secara signifikan setelah proses delignifikasi, dari 30,67% menjadi 65,60% pada daun jagung, dan dari 31,19% menjadi 49,25% pada kulit jagung. Sebaliknya, kandungan lignin mengalami penurunan secara drastis. Proses SSF menunjukkan aktivitas fermentasi tertinggi pada hari keempat, yang ditandai dengan peningkatan nilai kekeruhan sebagai indikator pertumbuhan bakteri dalam media fermentasi. Analisis GC-MS terhadap hasil fermentasi mengonfirmasi keberadaan etanol pada sampel daun jagung dengan Similarity Index (SI) sebesar 97%. Sementara itu, pada kulit jagung terdeteksi senyawa volatil lain seperti alkohol rantai panjang dan asam lemak, namun kandungan etanol tidak terdeteksi secara signifikan. Kesimpulan. Daun jagung memiliki efisiensi yang lebih tinggi sebagai bahan baku bioetanol dibandingkan dengan kulit jagung.
Kata kunci: bioetanol, daun jagung, kulit jagung, Zymomonas mobilis, SSF, delignifikasi, GC-MS.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bioethanol, corn leaves, corn husks, Zymomonas mobilis, SSF, delignification, GC-MS. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 24 Dec 2025 05:04 |
| Last Modified: | 24 Dec 2025 05:04 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51976 |
