AWALUDDING, PUTRA (2027) Fenologi Beberapa Spesies Pohon Ficus Sebagai Pohon Pakan Macaca Maura di Hutan Karaenta, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Maros = Phenology of Several Ficus Tree Species as Food Trees for Macaca maura in the Karaenta Forest, Bantimurung Bulusaraung National Park, Maros. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M031211035-oJg4QjkIp32nc8WX-20250820154604.png
Download (111kB) | Preview
M031211035-SpVcDGldie9LEz4f-20250820154604.pdf
Download (2MB)
M031211035-dp.pdf
Download (170kB)
M031211035-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 August 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Fenologi pohon Ficus penting bagi primata frugivora seperti Macaca maura karena menentukan ketersediaan pakan yang berpengaruh pada perilaku dan kelangsungan hidupnya. Pengetahuan tentang dinamika fenologi Ficus membantu memahami periode kelimpahan dan kelangkaan pakan di habitat alaminya. Meskipun peran Ficus sebagai pakan utama telah diketahui, kajian tentang pola fenologi Ficus dan keterkaitannya dengan iklim di Hutan Karaenta belum banyak dilakukan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola fenologi tujuh spesies Ficus (Ficus congesta, F. glomerata, F. racemosa, dan empat jenis Ficus berbeda spesies yang belum teridentifikasi) selama satu tahun pengamatan, serta mengkaji korelasi antara fase fenologi dengan variabel iklim. Metode. Pengamatan fenologi dilakukan setiap dua minggu dari November 2023 hingga November 2024 dengan mencatat fase daun muda, buah muda, dan buah matang menggunakan skala 0-4. Data iklim (curah hujan, kelembapan, suhu minimum, suhu maksimum, dan intensitas penyinaran) diperoleh dari Stasiun Klimatologi BMKG Sulawesi Selatan. Korelasi fenologi dengan variabel iklim dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun muda tersedia hampir sepanjang tahun, sedangkan buah muda dan buah matang menunjukkan variasi musiman yang berbeda antarspesies. Periode kelimpahan buah tertinggi terjadi pada bulan Juli-Oktober 2024 ketika beberapa spesies berbuah bersamaan. Analisis korelasi menunjukkan bahwa fase fenologi tertentu, terutama buah muda dan buah matang, memiliki hubungan signifikan dengan curah hujan, suhu minimum, suhu maksimum, dan intensitas penyinaran. Kesimpulan. Variabel iklim berperan dalam mempengaruhi dinamika fenologi sebagian spesies Ficus, dengan puncak aktivitas reproduktif umumnya terjadi pada musim kering atau transisi. Temuan ini menegaskan peran Ficus sebagai keystone species yang menyediakan pakan saat pohon lain tidak berbuah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ficus, fenologi, iklim, Macaca maura, pakan primata |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 02:13 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 02:13 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51945 |
