Aktivitas Antifungi Ekstrak Akar Wangi (Vetiveria zizanioides L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Pelapuk Kayu Schizohpyhllum commune Fries = Antifungal Activity of Vetiveria zizanioides L. Extract Against the Growth of Wood-Decaying Fungus Schizophyllun commune Fries


MAHDALENA, MAHDALENA (2025) Aktivitas Antifungi Ekstrak Akar Wangi (Vetiveria zizanioides L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Pelapuk Kayu Schizohpyhllum commune Fries = Antifungal Activity of Vetiveria zizanioides L. Extract Against the Growth of Wood-Decaying Fungus Schizophyllun commune Fries. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
M021211050-ydz5UHAEB4hwfWCO-20250815162040.png

Download (55kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1 - 2] Text (Bab 1 - 2)
M021211050-1-2.pdf

Download (657kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
M021211050-dp.pdf

Download (324kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
M021211050-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Jamur Schizophyllum commune Fries merupakan salah satu jamur pelapuk kayu yang dapat menyebabkan kerusakan struktural pada bahan lignoselulosa. Penggunaan bahan pengawet nabati seperti ekstrak akar wangi (Vetiveria zizanioides L.) merupakan salah satu alternatif yang ramah lingkungan dalam upaya pengendalian pertumbuhan jamur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antifungi ekstrak akar wangi terhadap pertumbuhan S. commune serta menentukan konsentrasi efektif yang dapat digunakan dalam penghambatannya. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol, kemudian diuji terhadap S. commune pada media Malt Extract Agar (MEA) dengan konsentrasi 25, 50, 75, dan 100 ppm. Aktivitas antifungi diukur berdasarkan nilai Aktivitas Anti Jamur (AFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar wangi tidak memberikan aktivitas antifungi yang signifikan terhadap S. commune. Nilai AFA pada seluruh konsentrasi tergolong “tidak aktif”, kecuali pada konsentrasi 50 ppm yang menunjukkan aktivitas “lemah”. Analisis uji kontras menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak tidak menghasilkan efek yang signifikan. Rendahnya aktivitas antifungi diduga disebabkan oleh rendahnya kadar senyawa aktif dalam ekstrak atau ketidaksesuaian pelarut yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan optimasi lebih lanjut terhadap metode ekstraksi, jenis pelarut, dan konsentrasi ekstrak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Antifungi, ekstrak nabati, rendemen, Schizophyllum commune, Vetiveria zizanioides
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 23 Dec 2025 01:40
Last Modified: 23 Dec 2025 01:40
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51941

Actions (login required)

View Item
View Item