RAMADHAN, MUH. IRFAN (2025) Inventarisasi Serangga Yang Berpotensi Menjadi Hama Dan Intensitas Kerusakan Pada Beberapa Bibit Di Persemaian Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan = Inventory Of Potential Insect Pests And Intensity Of Damage To Several Types Of Seedlings In The Nursery Of The Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH), Maros Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011211034-zSpD186EPAvw3uXN-20250508104253.png
Download (137kB) | Preview
M011211034-1-2.pdf
Download (383kB)
M011211034-dp.pdf
Download (149kB)
M011211034-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 May 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Pembangunan hutan tanaman merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mencapai fungsi produksi dan perlindungan. Keberhasilan dalam penanaman tidak terlepas dari pengadaan bibit yang berkualitas di persemaian. Tanaman dikatakan sehat apabila tidak dirugikan oleh suatu faktor seperti hama. Faktor pembatas dalam keberhasilan tanaman untuk tumbuh adalah serangan hama. Oleh karena permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis serangga yang berpotensi menjadi hama, menganalisis densitas setiap jenis serangga yang berpotensi menjad hama, dan menganalisis intensitas kerusakan pada beberapa bibit di Balai Perbenihan Tanaman Hutan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan tiga cara untuk mengambil sampel hama yaitu dengan perangkap cahaya, jaring ayun dan tangan kosong. Metode observasi dilakukan untuk melihat intensitas kerusakan pada bibit. Hasil penelitian menunjukkan serangga yang berpotensi menjadi hama yaitu Ephestia cautella, Holotrichia hilleri, Atractomorpha similis, Valanga nigricornis, Mictis profana, Oedaleus infernalis. Densitas serangga yang berpotensi menjadi hama tertinggi pada minggu pertama adalah serangga Mictis profana dengan persentase 14%, pada minggu kedua adalah serangga Oedaleus infernalis dengan persentase 13 % dan pada minggu ke 3 adalah serangga Valanga nigricornis dengan persentase 14%. Intensitas kerusakan untuk tipe kerusakan daun rusak berturut-turut sebesar 3% pada bibit Mahoni, daun rusak sebesar 10% pada bibit Pucuk Merah, daun rusak sebesar 14% pada bibit Jati, daun rusak sebesar 18% pada bibit Eboni, daun rusak sebesar 23% pada bibit Nyatok, daun rusak sebesar 24% pada bibit Glodokan, daun rusak 24% sebesar pada bibit Sengon, daun rusak 40% sebesar pada Bitti, daun rusak sebesar 47% pada Bayam Jawa dan daun rusak sebesar 76% pada bibit Jabon Merah. Intensitas kerusakan untuk tipe kerusakan perubahan warna sebesar 2% pada bibit Bitti dan sebesar 3% pada bibit Glodokan. Intensitas kerusakan untuk tipe kerusakan pucuk mati sebesar 5% pada bibit Sengon. Intensitas kerusakan untuk tipe kerusakan puru sebesar 9% pada bibit Bitti.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bibit; Densitas ; Intensitas Kerusakan |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 01:57 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 01:57 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51938 |
