ISMAIL, SULIZZAH LATIFANNY (2025) ANALISIS PERBANDINGAN TEKNIK 3D-CRT DAN IMRT MENGGUNAKAN NILAI COMFORMITY INDEX DAN HOMOGENEITY INDEX PADA PASIEN KANKER SERVIKS = COMPARATIVE ANALYSIS OF 3D-CRT AND IMRT TECHNIQUES USING CONFORMITY INDEX AND HOMOGENEITY INDEX VALUES IN CERVICAL CANCER PATIENTS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H021211051-Cover.png
Download (214kB) | Preview
H021211051-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (4MB)
H021211051-dp(FILEminimizer).pdf
Download (123kB)
H021211051-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 11 August 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker paling umum pada wanita, dengan tingkat insidensi dan mortalitas yang tinggi. Pengobatan umumnya melibatkan radioterapi, dan menggunakan teknik 3D-CRT (three dimensional conformal radiotherapy) atau IMRT (intensity modulated radiation therapy). Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kedua teknik tersebut dengan menghitung nilai homogeneity index dan conformity index, serta dosis minimum dan maksimum di PTV. Metode. Penelitiaan ini dilakukan pada 8 pasien kanker serviks di Rumah Sakit Umum Pelamonia, Makassar. Pengambilan data sekunder pengobatan radioterapi menggunakan Sistem Perencanaan Pengobatan Eclipse (TPS). Hasil. Hasil menunjukkan bahwa nilai HI untuk IMRT berkisar antara 0,0426 hingga 0,1022, sedangkan untuk 3D-CRT berkisar antara 0,0567 hingga 0,0782. Semua nilai HI berada di bawah batas rekomendasi <0,1, seperti yang tercantum dalam ICRU 83,yang menunjukkan distribusi dosis yang homogen. Sementara itu, nilai CI untuk IMRT berkisar antara 0,9818 hingga 0,9911, dan untuk 3D-CRT berkisar antara 0,9917 hingga 0,9986. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua teknik menghasilkan pengiriman dosis yang sangat sesuai. Namun, 3D-CRT menghasilkan nilai CI yang lebih tinggi dan stabil. Selain itu, teknik 3D-CRT memberikan dosis minimum yang lebih rendah dan dosis maksimum yang lebih tinggi dibandingkan dengan IMRT, sehingga mengurangi kemungkinan overdosis di area tertentu. Kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa IMRT menunjukkan keunggulan dalam hal homogenitas distribusi dosis, sementara 3D-CRT menunjukkan keunggulan dalam hal kesesuaian dan stabilitas dosis. Kedua modalitas memenuhi kriteria perencanaan dosis standar yang tercantum dalam ICRU 83.
Keyword : 3D-CRT; conformity index ;homogeneity index; IMRT; Radioterapi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | 3D-CRT; conformity index ; homogeneity index; IMRT; Radioterapi. |
| Subjects: | Q Science > QC Physics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Fisika |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 01:11 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 01:11 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51931 |
