PERMATASARI, DEWI (2025) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENCABULAN ANAK YANG DILAKUKAN OLEH AYAH KANDUNG (Studi Kasus Putusan No.96/PID.SUS/2018/PN AMR) = LEGAL REVIEW OF THE CRIMINAL ACT OF CHILD MOLESTERY COMMITTED BY THE BIOLOGICAL FATHER (Case Study of Decision No.96/PID.SUS/2018/PN AMR). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
B011201396-WxAdQrOYXbGo6ViC-20250702213917.jpg
Download (307kB) | Preview
B011201396-1-2.pdf
Download (120kB)
B011201396-dp.pdf
Download (29kB)
B011201396-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 June 2027.
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
DEWI PERMATASARI (B011201396), dengan judul Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pencabulan Yang Dilakukan Oleh Ayah Kandung (Studi Kasus Putusan Nomor 96/Pid.Sus/2018/Pn. Amr). Di bawah bimbingan Syamsuddin Muchtar selaku Pembimbing. Latar Belakang : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum pidana materil terhadap pelaku tindak pidana pencabulan oleh ayah kandung dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan dalam tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh ayah kandung dalam putusan Nomor.96/Pid.Sus/2018/Pn. Amr Metode : Penelitian yang digunakan merupakan jenis penelitian hukum normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Jenis dan sumber bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan bahan hukum secara komprehensif dengan studi kepustakaan. Kesimpulan : hasil penelitian ini yaitu,1) Dalam hal penerapan hukum tindak pidana materiil dalam putusan No.96/Pid.Sus/2018/Pn.Amr keputusan majelis hakim masih kurang tepat karena terdakwa dijatuhkan putusan bebas seharusnya majelis hakim dapat mempertimbangkan dakwaan kesatu melanggar pasal 81 ayat (1) jo pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.2) Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap tindak pidana pencabulan anak yang dilakukan oleh ayah kandung dalam putusan No.96/Pid.Sus/2018/Pn.Amr yang menyatakan bahwa keterangan saksi hanya mendengarkan dari orang lain,seharusnya dikesampingkan terlebih dahulu karena tidak dapat dibenarkan. Sebab, hukumnya sudah secara terang menegaskan bahwa testimonium de auditu yang sah secara hukum dan dapat digunakan oleh hakim sebagai dasar dalam pertimbangan hukumnya demi membuat terang suatu perkara pidana.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Anak; Ayah Kandung; Pencabulan |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 22 Dec 2025 07:17 |
| Last Modified: | 22 Dec 2025 07:17 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51919 |
