HARSUNI, RESKY (2025) RANCANG BANGUN SISTEM PENYIRAMAN OTOMATIS DAN MONITORING PADA LAHAN PERTANIAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT): STUDI KASUS TANAMAN PORANG = DESIGN AND CONSTRUCTION OF AN AUTOMATIC IRRIGATION SYSTEM AND MONITORING OF AGRICULTURAL LAND BASED ON THE INTERNET OF THINGS (IoT): A CASE STUDY OF PORANG PLANT. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H021181001-Cover.jpg
Download (332kB) | Preview
H021181001-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (289kB)
H021181001-dp(FILEminimizer).pdf
Download (158kB)
H021181001-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Budidaya tanaman porang di Indonesia masih bergantung pada musim hujan dan ketidakpastian kondisi lingkungan, seperti suhu, kelembapan tanah, intensitas cahaya dan curah. Ketidakstabilan ini menyebabkan penyiraman tanaman sering kali tidak optimal sehingga dapat menghambat pertumbuhan tanaman porang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem penyiraman otomatis serta pemantauan kondisi lahan berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantau kondisi lingkungan secara waktu nyata (real-time) dan mengendalikan proses penyiraman sesuai kebutuhan tanaman porang. Metode. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler Arduino Uno dan NodeMCU ESP8266, serta dilengkapi dengan sensor DHT22 ( suhu dan kelembapan udara), sensor kelembapan tanah YL-69, sensor intensitas cahaya BH1750, dan sensor curah hujan. Semua perangkat terintegrasi dengan aplikasi Blynk untuk memantau data secara daring. Hasil kalibrasi sensor menunjukkan tingkat akurasi yang cukup tinggi, dengan nilai galat (error) masing-masing sebesar 2,19% untuk sensor DHT22, 1,75% untuk sensor kelembapan tanah, dan 5,09% untuk sensor intensitas cahaya. Sensor curah hujan menunjukkan respon yang baik dalam membedaakan kondisi tidak hujan, hujan ringan, dan hujan deras berdasarkan nilai ADC. Pengujian sistem dilakukan selama tiga hari dengan durasi pemantauan 12 jam per hari. Pada hari pertama, pompa tidak aktif karena kelembapan tanah mencapai 100% akibat struktur tanah yang digunakan. Pada hari kedua, pompa aktif saat kelembapan turun di bawah 50% Sedangkan pada hari ketiga, pompa aktif ketika kelembapan mencapai 46% disebabkan oleh suhu yang tinggi dan intensitas cahaya maksimum. Sistem ini terbukti mampu meningkatkan efesiensi penggunaan air, memudahkan proses pemantauan tanaman, serta menjaga kondisi optimal pertumbuhan tanaman porang.
Kata kunci: Internet of Things (IoT); tanaman porang; penyiraman otomatis, pemantauan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | internet of things; porang plant; blynk; automatic irrigation; monitoring. |
| Subjects: | Q Science > QC Physics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Fisika |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 22 Dec 2025 02:55 |
| Last Modified: | 22 Dec 2025 02:55 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51894 |
