Ekstraksi Senyawa Metabolit Sekunder Alga Laut Acanthopora spicifera dan Uji Aktivitasnya Sebagai Antihistamin Secara In Vivo, In Vitro dan In Silico = Extraction of Secondary Metabolite Compounds of Marine Algae Acanthopora spicifera and Test Activity as Antihistamine In Vivo, In Vitro and In Silico


WAHYUNI, ILMI (2025) Ekstraksi Senyawa Metabolit Sekunder Alga Laut Acanthopora spicifera dan Uji Aktivitasnya Sebagai Antihistamin Secara In Vivo, In Vitro dan In Silico = Extraction of Secondary Metabolite Compounds of Marine Algae Acanthopora spicifera and Test Activity as Antihistamine In Vivo, In Vitro and In Silico. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
H012221003-Cover.jpg

Download (127kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
H012221003-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (371kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
H012221003-dp(FILEminimizer).pdf

Download (185kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
H012221003-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 5 August 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Alga merah (Acantophora spicifera) merupakan salah satu alga yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya sebagai sumber antihistamin alami. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi bioaktif metabolit sekunder A. specifera melalui pendekatan in vivo, in vitro, dan in silico. Metode. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan n-heksana, etil asetat, dan metanol menghasilkan rendemen tertinggi pada ekstrak metanol (5,46%). Uji fitokimia menunjukkan kandungan alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, steroid, dan terpenoid. Uji in vivo pada mencit BALB/c menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat signifikan berdasarkan hasil uji (ANOVA pengukuran berulang, P < 0,05; Tukey, P = 0,03) mempengaruhi berat badan selama masa pengobatan, dan setelah uji tantang. Uji Friedman dan Kruskal–Wallis mengonfirmasi signifikansi pengaruh terhadap gejala alergi (P < 0,05), dan uji Mann–Whitney menunjukkan ekstrak metanol paling efektif menurunkan gejala alergi. Uji in vitro kadar histamin selama masa sensitisasi, pengobatan, dan setelah uji tantang menunjukkan penurunan yang signifikan (P<0,05) terutama pada mencit yang diberi ekstrak metanol. Uji in silico menggunakan AutoDock Tools menunjukkan dua senyawa aktif dalam ekstrak metanol memiliki afinitas kuat terhadap reseptor H1 (PDB ID: 3RZE), dengan energi ikatan −6,27 dan −5,06 kcal/mol. Kesimpulan. Berdasarkan hasil yang diperoleh alga merah A. spicifera, khususnya ekstrak metanol, memiliki potensi sebagai sumber antihistamin alami yang efektif.

Keyword : Acanthopora spicifera, antihistamin, in vivo, in vitro dan in silico.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Acanthophora spicifera, antihistamine, in vivo, in vitro and in silico.
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 22 Dec 2025 02:48
Last Modified: 22 Dec 2025 02:48
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51888

Actions (login required)

View Item
View Item