AMIRULLAH, REYNALDI (2025) Perlindungan Hukum Humaniter Terhadap Tenaga Medis Dalam Konflik Bersenjata Di Jalur Gaza = Humanitarian Legal Protection of Medical Personnel in the Armed Conflict in the Gaza Strip. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
B011201210-7lXuHYRVDtPwWCUh-20250701140145.jpg
Download (468kB) | Preview
B011201210-1-2.pdf
Download (334kB)
B011201210-dp.pdf
Download (68kB)
B011201210-frulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 May 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
REYNALDI AMIRULLAH (B011201210). Perlindungan Hukum Humaniter Terhadap Tenaga Medis Dalam Konflik Bersenjata Di Jalur Gaza. Dibimbingan oleh Judhariksawan. Latar Belakang: Bab IV Pasal 24 Konvensi Jenewa I 1949 memberikan pelrindungan bagi tenaga medis yang menyatakan bahwa anggota dinas kesehatan yang ditugaskan dalam Angkatan perang harus dihormati dan dilindungi dalam segala situasi. Namun, dalam praktiknya masih masih banyak tenaga medis yang menjadi korban perang ketika konflik bersenjata berlangsung. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerapan perlindungan hukum humaniter terhadap tenaga medis pada konflik bersenjata di jalur Gaza. Dengan fokus kepada pemahaman atas regulasi dan aturan internasional yang melindungi mereka. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan pada studi ini ialah pendekatan normative yang berfokus pada analisis berbagai instrument hukum internasional serta pengamanatan terhadap realitas yang dihadapi oleh tenaga medis di Gaza. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa (1) konflik bersenjata di Gaza sering kali diikutkan dengan pelanggaran serius terhadap hak-hak tenaga medis yang dilindungi oleh hukum humaniter internasional, khususnya dalam Konvensi Jenewa yang meskipun terdapat aturan yang jelas mengenai perlindungan keselamatan tenaga medis dan hak mereka untuk memberikan bantuan medis tanpa hambatan kenyataannya serangan terhadap fasilitas medis dan ancaman terhadap keselamatan tenaga medis yang sedang bertugas di lapangan masih sering terjadi; (2) Penelitian ini juga mengidentifikasi rendahnya tingkat penegakan hukum internasional, ketidaktegasan dalam memberikan sanksi terhadap pelanggaran, dan dinamika politik yang kompleks di wilayah tersebut yang memengaruhi implementasi peraturan. Kesimpulan: Penegakan Hukum yang lebih konkret kepada tenaga medis di lapangan juga perlu diberikan agar mereka dapat melaksanakan tugas kemanusiaannya dengan aman dan tanpa tekanan, sehingga hak-hak mereka yang dijamin oleh hukum internasional dapat dihormati dan dilindungi dengan lebih baik sesuai dengan Hukum Humaniter dan aturan-aturan didalamnya
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Humaniter Internasional; Konvensi Jenewa; Perlindungan Tenaga Medis. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 22 Dec 2025 02:36 |
| Last Modified: | 22 Dec 2025 02:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51880 |
