RATUANIK, JULIANA NOVLY (2025) Hambatan Perawatan Kaki dan Praktik Keluarga dalam Mencegah Ulkus Kaki Diabetik di Komunitas Pulau Terpencil: Sebuah Studi Kualitatif = Barriers to Foot Care and Family Practices in Preventing Diabetic Foot Ulcers in Remote Island Communities: A Qualitative Study. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R012211045-CNJdQPwHjbGBKaSL-20250501163904.jpg
Download (335kB) | Preview
R012211045-1-2.pdf
Download (540kB)
R012211045-dp.pdf
Download (153kB)
R012211045-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 March 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Ulkus Kaki Diabetik (UKD) merupakan komplikasi diabetes yang parah, yang menyerang 18,6 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya dan berkontribusi terhadap tingginya angka amputasi dan kematian. Pemeriksaan kaki secara teratur sangat penting untuk mendeteksi risiko UKD, tetapi banyak pasien, terutama di daerah terpencil dengan akses layanan kesehatan terbatas, tidak menerima pemeriksaan yang memadai. Peningkatan pelatihan penyedia layanan kesehatan dan peningkatan akses ke layanan sangat penting dalam mencegah UKD di antara pasien diabetes. Berbagai pendekatan edukasi—seperti media cetak, platform digital, dan telehealth—sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang perawatan kaki, yang membantu mencegah komplikasi parah. Dengan pengetahuan yang lebih baik, keluarga dapat memeriksa kaki secara teratur, mengidentifikasi tanda-tanda peringatan dini, dan mengambil tindakan pencegahan. Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif-interpretatif, yang dilakukan pada tahun 2023-2024 terhadap 20 anggota keluarga penderita diabetes di Kepulauan Aru, Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara untuk menggali pengalaman dan persepsi anggota keluarga terhadap deteksi risiko DFU. Analisis fenomenologi diterapkan, dan data diolah menggunakan NVivo versi 12. Hasil: Empat tema utama muncul: 1) Pengetahuan dan keterampilan terbatas dalam mendeteksi DFU, 2) Hambatan dalam deteksi, termasuk akses layanan kesehatan dan konektivitas internet yang terbatas, 3) Preferensi untuk media pendidikan berbasis video, dan 4) Upaya keluarga untuk mencegah DFU melalui pemantauan pola makan dan gula darah. Kesimpulan: Studi ini mengungkap hambatan signifikan terhadap deteksi DFU di komunitas terpencil. Intervensi yang disesuaikan diperlukan untuk mengatasi tantangan ini dan memperkuat praktik keluarga dalam pencegahan DFU, yang pada akhirnya meningkatkan pengelolaan diabetes di daerah yang kurang terlayani.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Risiko kaki diabetik, Hambatan deteksi risiko, Peran keluarga, Pencegahan ulkus kaki |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 22 Dec 2025 02:34 |
| Last Modified: | 22 Dec 2025 02:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51879 |
