PEMANFAATAN HUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT MAPPURONDO DI DESA MALATIRO KECAMATAN TABULAHAN KABUPATEN MAMASA = FOREST UTILIZATION BASED ON LOCAL WISDOM OF THE MAPPURONDO INDIGENOUS COMMUNITY IN MALATIRO VILLAGE, TABULAHAN DISTRICT, MAMASA REGENCY


IRWANSYAH, IRWANSYAH (2025) PEMANFAATAN HUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT MAPPURONDO DI DESA MALATIRO KECAMATAN TABULAHAN KABUPATEN MAMASA = FOREST UTILIZATION BASED ON LOCAL WISDOM OF THE MAPPURONDO INDIGENOUS COMMUNITY IN MALATIRO VILLAGE, TABULAHAN DISTRICT, MAMASA REGENCY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
M012232027-DaqpVBjrXdZEOztH-20250716143302.jpg

Download (157kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1  - 2] Text (Bab 1 - 2)
M012232027-1-2.pdf

Download (241kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
M012232027-dp.pdf

Download (160kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
M012232027-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 July 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Irwansyah. Pemanfaatan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Adat Mappurondo di Desa Malatiro Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa (dibimbing oleh Yusran dan Syamsuddin Millang). Degradasi hutan merupakan salah satu masalah lingkungan yang dialami Indonesia saat ini. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pengelolaan hutan berkelanjutan di tingkat tapak dengan memadukan penggunaan teknologi, metode ilmiah, dan kearifan lokal. Kearifan lokal pemanfaatan hutan di Indonesia berbeda-beda, sehingga perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pemanfaatan hutan berbasis kearifan lokal oleh masyarakat adat Mappurondo dan menganalisis bentuk pemanfaatan hutan tersebut untuk mendukung hutan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan di Desa Malatiro, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa. Responden ditentukan dengan metode purposive sampling dengan kriteria masyarakat adat Mappurondo yang berusia minimal 17 tahun. Data diperoleh melalui studi literatur, catatan lapangan dan observasi, diskusi kelompok terarah, serta wawancara mendalam dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis data menggunakan deskriptif kualitatif model Miles dan Huberman berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk pemanfaatan hutan berdasarkan kearifan lokal masyarakat adat Mappurondo, yaitu: 1) Pemanfaatan hutan di dalam hutan adat yang terdiri dari hutan adat Kamalangngikam dan hutan adat Pasaram; 2) Pemanfaatan hutan di luar hutan adat yang terdiri dari pemanfaatan hasil hutan kayu (seperti Magnolia vrieseana, Ficus benjamina, dan Agathis dammara), pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (Areca catechu, Piper betle, Bambusa multiplex, Saurauia elegans, Ficus septica, Calathea sp, Pandanus tectorius, Calamus sp, Metroxylon sagu, Equisetum ramosissimum). Pemanfaatan hutan berdasarkan kearifan lokal masyarakat adat Mappurondo diperkuat dengan struktur kelembagaan, aturan dan denda adat. Pemanfaatan hutan berbasis kearifan lokal masyarakat adat Mappurondo baik di dalam hutan adat maupun di luar hutan adat telah mendukung hutan berkelanjutan yang merujuk pada aspek ekologi, sosial, dan ekonomi berupa penegakan aturan adat, penerapan denda adat, penerapan kriteria pemanfaatan hasil hutan kayu, konservasi hutan adat, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, pelaksanaan fungsi lembaga adat, pembuatan kerajinan tangan, dan pemanfaatan pindam salak teak ramah lingkungan. Dengan mengimplementasikan hal tersebut, diharapkan dapat mengurangi degradasi hutan dan mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pemanfaatan, Kearifan Lokal, Berkelanjutan, Mappurondo, Konservasi, Hutan Adat, Hasil Hutan.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 22 Dec 2025 01:38
Last Modified: 22 Dec 2025 01:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51867

Actions (login required)

View Item
View Item