DARI, HASNIAR ULANG (2025) Analisis Perbandingan Parameter Lingkungan dan Persepsi Masyarakat di Dalam dan di Luar Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Pinrang = Comparative Analysis Of Environmental Parameters and Community Perceptions Inside and Outside Green Open Spaces in Pinrang Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M012232017-rbTackZqxXLyoSHP-20250813192704.jpg
Download (1MB) | Preview
M012232017-1-2.pdf
Download (624kB)
M012232017-dp.pdf
Download (128kB)
M012232017-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 August 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Urbanisasi yang pesat dan perubahan iklim global telah meningkatkan fenomena Pulau Panas Perkotaan (Urban Heat Island/UHI), yang berdampak pada kualitas lingkungan perkotaan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim mikro. Namun, ketersediaannya di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Pinrang, masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi RTH terhadap pengendalian iklim mikro di lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan parameter lingkungan (suhu udara, kelembaban relatif, intensitas cahaya matahari, kecepatan angin, dan tingkat kebisingan) antara area di dalam dan di luar RTH, serta mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap kenyamanan termal dan visual di Kabupaten Pinrang. Metode yang digunakan meliputi pengukuran parameter lingkungan menggunakan alat Mastech MS6300, analisis statistik non-parametrik Mann-Whitney U untuk membandingkan parameter lingkungan di dalam dan di luar RTH, serta analisis Temperature Humidity Index (THI) dan Principal Component Analysis (PCA). Persepsi masyarakat dikaji melalui kuesioner berskala Likert terhadap empat lokasi RTH: Hutan Kota Pinrang, Taman Lasinrang, Taman Monumen Lasinrang, dan Taman Stadion Bau Massepe. Hasil menunjukkan bahwa seluruh parameter lingkungan memiliki perbedaan signifikan antara area dalam dan luar RTH (p < 0,05). RTH mampu menurunkan suhu udara hingga 5–6°C, meningkatkan kelembaban hingga 15–20%, mengurangi intensitas cahaya hingga 70%, menurunkan kecepatan angin, serta meredam kebisingan hingga 10–15 dB. Selain itu, analisis kerapatan vegetasi menggunakan citra NDVI menunjukkan perbedaan signifikan antar-RTH. RTH dengan kanopi lebar dan vegetasi yang rapat menunjukkan efek moderasi mikroklimat yang lebih besar dibandingkan area dengan vegetasi terbuka. Analisis PCA mengungkapkan bahwa variasi utama dalam data dipengaruhi oleh dua dimensi dominan, yaitu faktor meteorologis yang ditandai oleh korelasi positif antara suhu, cahaya, angin, dan kebisingan serta berlawanan dengan kelembaban (PC1), dan faktor geografis yang ditentukan oleh elevasi dan pengaruhnya terhadap kecepatan angin (PC2). Nilai THI di dalam RTH menunjukkan kondisi termal yang nyaman hingga cukup nyaman, sementara di luar RTH masuk kategori tidak nyaman. Persepsi masyarakat terhadap kenyamanan termal dan visual menunjukkan respons positif, dengan Hutan Kota Pinrang dan Taman Monumen Lasinrang dinilai sangat nyaman, sementara Taman Lasinrang dan Taman Stadion Bau Massepe cenderung nyaman hingga cukup nyaman, yang mencerminkan pengaruh langsung kondisi mikroklimat dan vegetasi terhadap kenyamanan masyarakat. Hasil ini diharapkan menjadi dasar perumusan kebijakan strategis dalam pengelolaan RTH yang adaptif terhadap perubahan iklim dan urbanisasi di Kabupaten Pinrang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ruang Terbuka Hijau, Parameter Lingkungan, Mikroklimat, Temperature Humidity Index (THI), Persepsi Masyarakat, Principal Component Analysis (PCA) |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 22 Dec 2025 00:22 |
| Last Modified: | 22 Dec 2025 00:22 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51854 |
