PASELENG, ROSTIKA SALENDA (2025) HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN, LITERASI GIZI DAN KETAHANAN PANGAN TERHADAP STATUS GIZI PENDERITA TUBERKULOSIS USIA DEWASA DI KOTA MAKASSAR, SULAWESI SELATAN = THE CORRELATION BETWEEN FOOD CONSUMPTION, NUTRITIONAL LITERACY, AND FOOD SECURITY ON NUTRITION STATUS OF ADULT TUBERCULOSIS PATIENTS IN MAKASSAR CITY, SOUTH SULAWESI. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011191149-YuSrVa2HxUm1btA7-20250321152641.jpeg
Download (20kB) | Preview
R011191149-1-2.pdf
Download (262kB)
R011191149-dp.pdf
Download (161kB)
R011191149-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 January 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Data penderita TB di Kota Makassar pada tahun 2022 sebesar 5865 orang dengan kategori usia 25 – 34 sebesar 1074 orang dan usia 35 – 44 sebesar 900 orang. Salah satu cara mencegah TB dengan memperkuat pertahanan tubuh terhadap infeksi melalui peningkatan status gizi. Pemenuhan status gizi pada individu maupun keluarga dipengaruhi oleh ketahanan pangan dalam mengakses kebutuhan pangan baik secara fisik dan ekonomi dalam rangka memenuhi kebutuhan diet dan preferensi makanan dengan tujuan hidup aktif dan sehat. Selain itu, konsumsi makanan yang tepat dapat menjadi cerminan kualitas hidup individu. Maka pemilihan kualitas dan kuantitas pangan pada individu maupun keluarga, tak lepas dari tingkat literasi gizi terkait sumber informasi dan pemahaman terkait jenis makanan yang harus dikonsumsi dan diperhatikan sesuai kondisi tubuh. Tujuan : Untuk memberikan gambaran tentang hubungan konsumsi makanan, literasi gizi dan ketahanan pangan terhadap status gizi penderita tuberkulosis usia dewasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 76 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah pengukuran IMT, kuesioner ketahanan pangan yaitu Household Food Security Scale (HFIAS) dirilis oleh Food and Nutrition Technical Assistance Project (FANTA), kuesioner literasi gizi yaitu The Newest Vital Sign dan kuesioner konsumsi makanan yaitu Recall 24-hour. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel status gizi dengan ketahanan pangan tidak memiliki korelasi karena nilai signifikansi >0,05 (lebih dari 0,05) yaitu 0,153. Variabel status gizi dengan literasi gizi memiliki korelasi dengan nilai signifikansi <0,05 (kurang dari 0,05) yaitu 0,010 dengan Pearson Correlation sebesar 0,295 yang berarti kedua variabel memiliki korelasi yang lemah. Variabel status gizi dengan konsumsi makanan tidak memiliki korelasi karena nilai signifikansi >0,05 (lebih dari 0,05) yaitu 0,157. Kesimpulan dan saran: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan atau korelasi yang lemah antara literasi gizi dengan status gizi penderita TB usia dewasa. Hal ini perlu mendapatkan perhatian karena dari data didapatkan bahwa tingkat literasi gizi penderita TB mayoritas berada di tingkat rendah. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan upaya persuasif melalui promosi dan edukasi kepada penderita TB dan keluarga penderita TB terkait kandungan, jenis-jenis dan kadar makanan yang dikonsumsi selama proses pengobatan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tuberkulosis, Usia Dewasa, Status Gizi, Ketahanan Pangan, Literasi Gizi, Konsumsi Makanan |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 22 Dec 2025 00:20 |
| Last Modified: | 22 Dec 2025 00:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51853 |
