RAHAYU, DWI RATNA (2025) Analisis Faktor Determinan Penggunaan Komputer Terhadap Keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Operator Planner di PT. Pelindo Terminal Petikemas Makassar New Port (MNP) Tahun 2024 = Analysis of The Determinants of Computer Use on Complaint Vision Syndrome (CVS) Complaints in Planner Operators at PT. Pelindo Terminal Container Makassar New Port (MNP) in 2024. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K032231017-nQvKFk2S4C1bpRJO-20250508150643.png
Download (118kB) | Preview
K032231017-1-2.pdf
Download (1MB)
K032231017-dp.pdf
Download (335kB)
K032231017-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 April 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Computer Vision Syndrome (CVS) adalah gangguan mata yang disebabkan oleh penggunaan komputer dalam waktu lama, yang dipengaruhi oleh faktor individu, lingkungan, dan komputer. Faktor individu meliputi usia, jenis kelamin, penggunaan lensa kontak/kacamata, durasi penggunaan komputer, dan waktu istirahat. Faktor komputer meliputi jarak pandang, posisi monitor, polaritas, dan jenis komputer. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor risiko penggunaan komputer terhadap keluhan computer vision syndrome (CVS) pada operator planner di PT. Pelindo Terminal Petikemas Makassar New Port (MNP) pada tahun 2024. Metode. Penelitian kasus-kontrol ini terdiri dari dua kelompok: 42 kasus dan 42 kontrol (rasio 1:1), dengan total 84 sampel. Kelompok kasus meliputi individu yang mengalami gejala CVS dari Oktober 2023 hingga Oktober 2024. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan SPSS Versi 25, termasuk analisis univariat, bivariat (perancu), dan multivariat. Hasil. Uji bivariat menunjukkan bahwa masa kerja (OR = 2,941; CI 95% = 1,208-7,159; p = 0,016), waktu istirahat mata (OR = 3,954; CI 95% = 1,593-9,814; p = 0,002), posisi monitor (OR = 5,538; CI 95% = 2,170-14,136; p = 0,000), intensitas pencahayaan (OR = 4,429; CI 95% = 1,770-11,083; p = 0,003), jarak pandang (OR = 2,635; CI 95% = 1,090-6,371; p = 0,030), durasi penggunaan komputer (OR = 3,625; CI 95% = 1,432-9,175; p = 0,006), dan penggunaan layar Antiglare Screen (OR = 2,571; CI 95% = 1,046-6,308; p = 0,037) berpengaruh signifikan terhadap gejala CVS. Sebaliknya, paparan layar ponsel dan penggunaan kacamata tidak signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa posisi monitor (p = 0,000), waktu istirahat mata (p = 0,002), intensitas pencahayaan (p = 0,000), dan perilaku (p = 0,001) adalah faktor yang signifikan. Kesimpulan. Posisi monitor, waktu istirahat mata, dan intensitas pencahayaan berpengaruh secara signifikan terhadap keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) pada Operator Planner di PT. Pelindo Terminal Petikemas Makassar New Port (MNP), sedangkan faktor lain, termasuk paparan layar HP, tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci : Faktor Determinan, Computer Vision Syndrome (CVS), Pekerja Operator Planner |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Keselamatan Dan Kesehatan Kerja |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 05:28 |
| Last Modified: | 19 Dec 2025 05:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51842 |
