LAYUK, MIKHAEL (2025) Arahan Tutupan Lahan Terhadap Laju Erosi Catchment Matting Daerah Aliran Sungai Saddang Kabupaten Toraja Utara = Land Cover Direction On Erosion Rate In The Matting Catchment Of The Watershed North Toraja Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M012211005-oVi1AI0amcYZhLgP-20250820102133.jpg
Download (293kB) | Preview
M012211005-1-2.pdf
Download (4MB)
M012211005-dp.pdf
Download (184kB)
M012211005-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 December 2027.
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
MIKHAEL LAYUK. Arahan tutupan lahan terhadap laju erosi catchment matting daerah aliran sungai kabupaten toraja utara (dibimbing oleh Andang Suryana Soma, S.Hut., MP., Ph.D dan Prof. Dr . Ir. Samuel A. Paembonan). Latar belakang. Perubahan tutupan lahan merupakan faktor utama yang memengaruhi laju erosi di daerah aliran sungai (DAS). Tujuan. Penelitian ini menganalisis perubahan tutupan lahan dan dampaknya terhadap laju erosi di Catchment Area Matting, DAS Saddang, serta memproyeksikan kondisi hingga tahun 2030. Metode. Klasifikasi citra satelit tahun 2011, 2020, dan proyeksi 2030 dilakukan menggunakan model MOLUSCE, kemudian diintegrasikan ke dalam Soil and Water Assessment Tool (SWAT) untuk menghitung laju erosi. Hasil. Terjadi perubahan komposisi tutupan lahan, dengan tren peningkatan luas lahan pertanian (399 ha pada 2011 menjadi 519 ha pada 2030) dan penurunan sawah serta savana. Proyeksi laju erosi menunjukkan kontribusi terbesar berasal dari pertanian (1.997.166 ton), diikuti belukar (469.015 ton), hutan (40.417 ton), sawah (35.429 ton), savana (20.621 ton), hutan sekunder (6.112 ton), dan pemukiman (5.101 ton). Perubahan ini berimplikasi pada meningkatnya risiko degradasi lahan. Rekomendasi pengelolaan meliputi penerapan agroforestry dan terasering pada lahan pertanian, rehabilitasi belukar dan savana, pencegahan alih fungsi sawah, pengaturan tata ruang pemukiman, serta perlindungan hutan melalui monitoring dan rehabilitasi. Kesimpulan. Peningkatan luas lahan pertanian dan pemukiman di wilayah studi berpotensi mempercepat laju erosi hingga 2030. Diperlukan strategi pengelolaan tutupan lahan berbasis konservasi secara terpadu untuk mengendalikan erosi dan menjaga keberlanjutan fungsi ekosistem DAS.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Tutupan lahan, laju erosi, SWAT, MOLUSCE |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 05:23 |
| Last Modified: | 19 Dec 2025 05:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51834 |
