ALIFA, NUR (2025) Hak Waris Suami Pada Perkawinan Yang Tidak Tercatat Sebagai Pertimbangan Hakim Dalam Putusan yang Tidak Dapat Diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard) = The Husband's Inheritance Rights an Unregistered Marriages as Judicial Consideration in a Dismissed Decision (Niet Ontvankelijke Verklaard). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
B011201198-cw2aZ7VJmkrhStnj-20250629101425.jpg
Download (343kB) | Preview
B011201198-1-2.pdf
Download (569kB)
B011201198-dp.pdf
Download (258kB)
B011201198-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 June 2027.
Download (924kB)
Abstract (Abstrak)
NUR ALIFA (B011201198), Hak Waris Suami Pada Perkawinan Yang Tidak Tercatat Sebagai Pertimbangan Hakim Dalam Putusan yang Tidak Dapat Diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard). Dibimbing oleh Fauzia P. Bakti sebagai Dosen Pembimbing. Latar Belakang: Keberlakuan aturan pencatatan perkawinan nampaknya belum jelas bagi beberapa orang, salah satunya dapat dilihat dalam Putusan Nomor 513/Pdt.G/2023/PA Sgm yang diputus Niet Otnvankelijke Verklaard karena hakim mempertimbangkan suami pewaris dari perkawinan tidak tercatat untuk dimasukkan sebagai pihak, selain itu proses mediasi perkara ini tidak sesuai dengan PERMA No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi Di Pengadilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan hak waris suami pada perkawinan yang tidak tercatat dan apa yang menjadi pertimbangan Hakim dalam melanjutkan pemeriksaan pokok perkara ketika mediasi telah berhasil. Metode: Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif, pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus, serta menganalisis kasus pada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan sumber bahan hukum berupa al-Qur’an, peraturan perundang-undangan, buku-buku, dan jurnal ilmiah yang relevan dengan hukum perkawinan dan kewarisan Islam, dan dianalisis secara kualitatif. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa (1) Berdasarkan Pasal 6 KHI bahwa perkawinan tidak tercatat tidak mempunyai kekuatan hukum, sedangkan hak waris suami pada harta istri hanya disebabkan oleh hubungan pernikahan yang diakui oleh negara; (2) Alasan pertimbangan hakim melanjutkan persidangan ke tahap pembuktian ketika mediasi berhasil karena dikhawatirkan terjadi persekongkolan antara para pihak untuk menghilangkan hak waris suami kedua pewaris yang dalam hal ini perkawinannya tidak tercatat. Kesimpulan: Tidak diakuinya perkawinan tidak tercatat oleh negara, mengharuskan suami dalam pernikahan tersebut mengajukan isbat nikah jika ingin mempertahankan hak warisnya. Selanjutnya terhadap pernyataan alasan hakim tersebut menyebabkan proses mediasi tidak sesuai PERMA Mediasi dan peraturan perundang-undangan terkait serta tidak sejalan dengan asas-asas hukum di Peradilan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hak Waris Suami, Kewarisan, Mediasi, Niet Ontvankelijke Verklaard, Perkawinan Tidak Tercatat |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 05:21 |
| Last Modified: | 19 Dec 2025 05:21 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51831 |
