PRATAMA, ACHMAD RANGGA NUR (2025) ANALISIS TINGKAT SUSTAINABLE LIVELIHOOD MASYARAKAT DI DESA LAIYOLO BARU, KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR = ANALYSIS OF THE SUSTAINABLE LIVELIHOOD LEVEL OF THE COMMUNITY IN LAIYOLO BARU VILLAGE, SELAYAR ISLAND REGENCY. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M012211004-rR2abgwvOHXZ0CK6-20250820175649.jpg
Download (464kB) | Preview
M012211004-1-2.pdf
Download (527kB)
M012211004-dp.pdf
Download (178kB)
M012211004-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 August 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Desa Laiyolo Baru yang berbatasan langsung dengan kawasan Hutan Produksi Terbatas, di mana masyarakat, khususnya anggota KTH Taipa Joko dan KTH Padang Oge, belum memiliki akses legal terhadap pengelolaan hutan. Desa ini memiliki luas 2.928 hektar, dengan komoditas utama yang diusahakan masyarakat meliputi kemiri, kenari, cengkeh, dan jambu mete. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kepemilikan dan pengelolaan aset penghidupan masyarakat serta merumuskan strategi penghidupan berkelanjutan yang sesuai dengan potensi dan permasalahan yang ada. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sustainable Livelihood Framework (SLF). Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan metode skoring untuk lima modal penghidupan (modal alam, sosial, fisik, manusia, dan finansial), analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT), serta penentuan prioritas strategi menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal alam, modal sosial, modal fisik, dan modal manusia berada pada kategori tinggi, sedangkan modal finansial berada pada kategori sedang. Kekuatan terbesar adalah penguasaan lahan yang sangat tinggi, sementara kelemahan terbesar adalah keterampilan pascapanen yang rendah. Peluang terbesar adalah tingginya penghasilan yang dapat diinvestasikan secara produktif, sedangkan ancaman terbesar adalah ketidakpastian legalitas lahan. Analisis QSPM menghasilkan prioritas strategi utama yaitu pola nafkah ganda (TAS = 5,44), diikuti oleh pengembangan agroforestri dan peningkatan keterampilan teknis. Strategi-strategi yang dihasilkan diklasifikasikan ke dalam kategori diversifikasi, akumulasi, dan konsolidasi, dengan tidak ditemukannya strategi survival. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penghidupan masyarakat Desa Laiyolo Baru relatif stabil, namun memerlukan penguatan kapasitas teknis, legalitas lahan, dan optimalisasi modal finansial untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang. Rekomendasi meliputi percepatan legalisasi HKm, pelatihan pascapanen, diversifikasi komoditas berbasis lokal, dan penguatan kelembagaan ekonomi kelompok tani.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sustainable livelihood, SWOT, QSPM, perhutanan sosial |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 05:20 |
| Last Modified: | 19 Dec 2025 05:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51828 |
