NURMIANA, NURMIANA (2025) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENGGUNAAN GANJA UNTUK KEPERLUAN MEDIS (Studi Kasus Putusan Nomor 83/Pid.Sus/2020/Pn.Kpg) = Juridical Review of the Criminal Act of Cannabis Use for Medical Purposes (Case Study of Decision Number 83/Pid.Sus/2020/PN Kpg). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
B011191220-SdIXWC9YuKZt2jQG-20250626194933.jpg
Download (337kB) | Preview
B011191220-1-2.pdf
Download (314kB)
B011191220-dp.pdf
Download (164kB)
B011191220-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 May 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Kasus Putusan Nomor 83/Pid.Sus/2020/PN Kpg menimbulkan perdebatan terkait hak atas pengobatan. Beberapa pihak menilai putusan tersebut tidak mempertimbangkan kepentingan medis terdakwa, sehingga penelitian ini mengkaji lebih lanjut terkait pengaturan penggunaan ganja untuk keperluan medis dalam perspektif hukum pidana. Tujuan Penelitian: Menganalisis kualifikasi tindak pidana penggunaan ganja untuk keperluan medis serta pertimbangan hukum hakim dalam putusan tersebut. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder, dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara kualitatif dan deskriptif. Hasil: (1) Penggunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri diatur dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan dikategorikan sebagai tindak pidana khusus dan delik formil. (2) Penerapan Pasal 127 ayat (1) dalam putusan sudah tepat, namun hukuman hanya berupa pidana penjara tidak sesuai, karena seharusnya terdakwa juga dijatuhkan rehabilitasi, sebagaimana diatur dalam Pasal 127 ayat (2) dan 127 ayat (3) UU Narkotika. Kesimpulan: Penggunaan ganja untuk medis dikualifikasikan sebagai tindak pidana khusus dan delik formil, serta diatur dalam Pasal 127 ayat (1) UU Narkotika. Penerapan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika tidaklah sesuai, dan lebih tepat untuk menerapkan Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika. Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan tidak sesuai karena seharusnya tidak hanya menjatuhkan pidana penjara, tetapi perlu juga untuk menetapkan rehabilitasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ganja, Medis, Tindak Pidana |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 05:06 |
| Last Modified: | 19 Dec 2025 05:06 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51811 |
