ANALISIS RISIKO KESEHATAN PAPARAN MIKROPLASTIK PADA PENDUDUK PESISIR KABUPATEN JENEPONTO PROVINSI SULAWESI SELATAN = HEALTH RISK ASSESSMENT OF MICROPLASTIC EXPOSURE IN COASTAL POPULATIONS OF JENEPONTO DISTRICT SOUTH SULAWESI PROVINCE


DULLAH, ARIF 'ATUL MAHMUDA (2024) ANALISIS RISIKO KESEHATAN PAPARAN MIKROPLASTIK PADA PENDUDUK PESISIR KABUPATEN JENEPONTO PROVINSI SULAWESI SELATAN = HEALTH RISK ASSESSMENT OF MICROPLASTIC EXPOSURE IN COASTAL POPULATIONS OF JENEPONTO DISTRICT SOUTH SULAWESI PROVINCE. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
K013201027-nZRo2STMhgKJDFVr-20250519084454.png

Download (112kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
K013201027-1-2.pdf

Download (976kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
K013201027-dp.pdf

Download (307kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
K013201027-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 March 2026.

Download (12MB)

Abstract (Abstrak)

ARIF ATUL MAHMUDA DULLAH. Analisis Risiko Kesehatan Paparan Mikroplastik Pada Penduduk Pesisir Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Anwar Daud, Anwar Mallongi dan Muhammad Zakir) Latar Belakang. Karakteristik fisik dan kimiawi mikroplastik yang beragam telah ditemukan pada biota perairan pada fakta bahwa tingkat konsumsi protein dari ikan dan kerang yang terus meningkat setiap tahun sedangkan penelitian risiko kesehatan paparan mikroplastik masih belum banyak dilakukan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko paparan mikroplastik terhadap kesehatan penduduk pesisir melalui identifikasi karakteristik fisik dan polimer mikroplastik dalam ikan dan kerang serta menyusun manajemen risiko untuk dapat mencegah munculnya efek kesehatan. Metode. Sebanyak 60 ekor biota yang sering dikonsumsi penduduk dipilih untuk pemeriksaan fisik dengan menggunakan stereomirkoskop (Euromax SB-1902, Arnhem, Netherland; 45× magnification) dan pemeriksaan polimer dengan FTIR. Sebanyak 143 responden menjadi subjek penilaian risiko kesehatan dan penyusunan manajemen risiko kesehatan dilakukan dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan. Hasil. Konsentrasi mikroplastik terbesar ditemukan pada Kerang Manila dengan konsentrasi rata-rata sebesar 1,93847 item/gram berat bersih. Poliasetilena, Polivinilklorida dan Polyethylene Terephthalate (PET) adalah jenis polimer paling banyak ditemukan dengan presentase masing-masing sebesar 33,33%; 30,3% dan 9,09%. Tingkat risiko (HQ) paparan PET lebih tinggi terjadi pada semua kelompok umur dibandingkan risiko paparan PVC. Terdapat perbedaan Hazard Indeks yang siginifikan antar kelompok responden (p = 0,048) Dimana secara kumulatif, Hazard kesehatan rata-rata paparan mikroplastik yang terjadi pada perempuan dan laki-laki berada di atas nilai 1 (HI > 1). Manjemen risiko untuk mengendalikan efek kesehatan dapat ditempuh dengan melakukan kontrol tingkat konsumsi biota rata-rata maksimum 0,34 kg/hari atau kontrol frekuensi konsumsi dengan rata-rata maksimum sebesar 137,83 hari dalam setahun. Kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa paparan mikroplastik telah melampaui batas aman kesehatan dengan nilai HI>1 pada laki-laki dan perempuan. Manajemen risiko kesehatan dapat ditempuh dengan mengontrol tingkat konsumsi dan frekuensi konsumsi harian ikan dan kerang.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: mikroplastik, analisis risiko, ikan, kerang, manajemen risiko
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 19 Dec 2025 03:30
Last Modified: 19 Dec 2025 03:30
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51810

Actions (login required)

View Item
View Item