Analisis Intensitas dan Identifikasi Patogen Penyebab Penyakit Pada Bibit Di Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan = Analysis of Intensity and Identification of Pathogens Causing Disease in Seedlings at the Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) of Maros Regency, South Sulawesi


FADILA, AULIA (2025) Analisis Intensitas dan Identifikasi Patogen Penyebab Penyakit Pada Bibit Di Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan = Analysis of Intensity and Identification of Pathogens Causing Disease in Seedlings at the Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) of Maros Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M011211182-8nvBSMgQRxhYqkPa-20250423085145.png

Download (98kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M011211182-1-2.pdf

Download (548kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011211182-dp.pdf

Download (387kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M011211182-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 April 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Penyakit merupakan kerusakan tanaman yang disebabkan oleh mikriorganisme, seperti virus, bakteri, cendawan, dan faktor-faktor lainnya. Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan memiliki peran penting dalam menyediakan bibit tanaman hutan berkualitas untuk mendukung program pembangunan hutan tanaman di wilayah tersebut. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi BPTH Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan adalah serangan penyakit pada bibit. Tujuan. Menganalisis intensitas tingkat kerusakan serta mengidentifikasi patogen penyebab penyakit pada bibit di Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Metode. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai frekuensi dan intensitas. Identifikasi patogen dilakukan dengan metode uji KOH3% untuk teridentifikasi bakteri dan metode pengamatan mikroskop untuk teridentifikasi cendawan. Hasil. Nilai rata-rata frekuensi serangan penyakit pada bibit dipersemaian yaitu 16,57% dengan nilai frekuensi tertinggi sebesar 34,92% yaitu bibit Bitti dan nilai terendah sebesar 8,50% yaitu bibit Glodokan. Nilai intensitas penyakit pada bibit Glodokan sebesar 4,12%, Jati 6,17%, Eboni 7,07%, Mahoni 9,44%, dan Bitti 16,53%. Berdasarkan nilai intensitasnya, tingkat kerusakan seluruh bibit yang diamati termasuk dalam kategori rusak ringan. Patogen penyebab penyakit pada bibit dipersemaian terdapat 2 sampel teridentifikasi disebabkan oleh bakteri yaitu sampel bibit Mahoni dan Eboni, 3 sampel terindentifikasi disebabkan oleh cendawan yaitu Fusarium solani pada sampel bibit Jati, Cladosporium variabile pada sampel bibit Bitti, dan Penicillium spp. pada sampel bibit Glodokan. Kesimpulan. Nilai intensitas serangan penyakit pada bibit di persemaian Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Kabupaten Maros tergolong dalam kategori rusak ringan. Patogen penyebab serangan penyakit di persemaian teridentifikasi disebabkan oleh bakteri dan cendawan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Penyakit; Intensitas; Patogen; Bibit
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 19 Dec 2025 01:53
Last Modified: 19 Dec 2025 01:53
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51777

Actions (login required)

View Item
View Item