Musa, Yunus (2024) Efektivitas Beberapa Jenis Zat Pengatur Tumbuh dan Naungan Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika = The Effectiveness of Several Plant Growth Regulators and Shade on the Growth of Arabica Coffee Seedlings. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G011211092-IqeMdt2lXVL5zJ4r-20250518134009.jpg
Download (24kB) | Preview
G011211092-1-2.pdf
Download (300kB)
G011211092-dp.pdf
Download (154kB)
G011211092-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 May 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Produksi kopi mengalami fluktuasi sejak tahun 2020-2023 dan kurang mengimbangi jumlah permintaan yang mengalami peningkatan, sehingga diperlukan upaya peremajaan untuk meningkatkan produktivitas kopi dengan teknologi pendukung, seperti zat pengatur tumbuh dan intensitas naungan. Tujuan. Memperoleh informasi mengenai jenis zat pengatur tumbuh yang paling efektif dalam merangsang pertumbuhan optimal bibit kopi arabika. Memperoleh informasi mengenai pengaplikasian naungan yang paing sesuai terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika. Adanya informasi interaksi kombinasi jenis zat pengatur tumbuh dan intensitas naungan terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika. Metode. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama terdiri dari tiga taraf intensitas naungan paranet (45%, 55%, dan 65%), sedangkan anak petak terdiri dari tujuh perlakuan zat pengatur tumbuh (tanpa perlakuan, giberelin 0,05%, air kelapa 10%, air beras 10%, ekstrak bawang merah 100g/L, ekstrak tauge 100g/L, dan ekstrak jagung 100g/L). Hasil. Bobot kering akar terbaik (0,43 g) ditemukan pada naungan 45% tanpa zat pengatur tumbuh, sedangkan rasio tajuk akar tertinggi (0,68 g) terjadi pada kombinasi naungan 65% dan ekstrak tauge 100g/L. Naungan 65% juga menghasilkan luas daun terbaik (26,64 cm²). Giberelin 0,05% meningkatkan kandungan klorofil a (314,72 μmol.m-2), klorofil b (136,19 μmol.m-2) dan klorofil total (452,99 μmol.m-2). Air beras 10% menunjukkan waktu tercepat perkecambahan benih kopi yaitu 21, 66 hari dan pertambahan tinggi tanaman tertinggi 4,27 cm, berpengaruh terhadap luas daun (35,91 dan bobot kering tajuk (0,77 g). Kesimpulan. Penelitian menunjukkan adanya interaksi antara intensitas naungan dan zat pengatur tumbuh terhadap bobot kering akar dan rasio tajuk akar. Naungan berpengaruh nyata terhadap luas daun, sementara zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata terhadap klorofil a, sangat nyata terhadap klorofil b dan klorofil total, serta berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun dan bobot kering tajuk.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Naungan, kopi arabika, zat pengatur tumbuh |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 01:44 |
| Last Modified: | 19 Dec 2025 01:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51771 |
