WULANSARI, HESTI (2025) Penggunaan Pupuk Organik Kipahit, Mikoriza Arbuskular + Azotobacter Pada Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) = Utilization Mexican Sunflower Organic Fertilizer, Arbuscular Mycorrhiza + Azotobacter In The Growth Of Cocoa Seedlings (Theobroma cacao L.). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
G012222016-j0QkAwtPR8xd5Kvm-20250519210437.jpg
Download (185kB) | Preview
G012222016-1-2.pdf
Download (292kB)
G012222016-dp.pdf
Download (320kB)
G012222016-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 April 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Hesti Wulansari. Penggunaan Pupuk Organik Kipahit, Mikoriza Arbuskular + Azotobacter Pada Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) (dibimbing oleh Rafiuddin dan Muh. Jayadi) Latar Belakang. Produksi kakao (Theobroma cacao L.) menghadapi tantangan besar, termasuk kebutuhan untuk meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pupuk organik kipahit, mikoriza arbuskular dan azotobacter dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi bibit kakao. Metode. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik kipahit terdiri atas empat taraf yaitu: 0 g, 80 g, 160 g, dan 240 g, sedangkan faktor kedua adalah kombinasi Mikoriza Arbuskular + Azotobacter terdiri atas empat taraf yaitu: 0 g; 10 g mikoriza + 3 mL azotobacter; 15 g mikoriza + 6 mL azotobacter; dan 20 g mikoriza + 9 mL azotobacter. Terdiri atas 3 unit tanaman dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara dosis pupuk organik kipahit 240 g dengan komposisi mikoriza arbuskular 20 g + azotobacter 9 mL menghasilkan nilai tertinggi pada bobot basah akar (30,00 g), panjang akar (79,10 cm) dan volume akar (33,40 cm3), sedangkan dosis pupuk organik kipahit 240 g memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman (58,94 cm), diameter pangkal batang (13,61 mm), bobot basah tajuk (70,33 g) dan bobot kering tajuk (21,21 g) dan komposisi mikoriza arbuskular 15 g + azotobacter 6 mL memberikan hasil tertinggi pada jumlah cabang (4,58 cabang) dan kerapatan stomata (115,07 mm-2). Kandungan nitrogen dan fosfor dalam daun : 1,23 % untuk N dan 0,35 % untuk P serta akar tanaman terinfeksi 100%. Kesimpulan. Pupuk organik kipahit dengan mikoriza arbuskular + azotobacter efektif dan menunjukkan pengaruh positif signifikan pada pertumbuhan dan fisiologi bibit kakao.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pupuk organik kipahit, mikoriza arbuskular, azotobacter, kakao. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 01:37 |
| Last Modified: | 19 Dec 2025 01:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51767 |
