MARLI, OKTAVIANI (2025) Diversitas Genus Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Pada Eboni (Diospyros celebica Bakh.) Di KHDTK Universitas Hasanuddin = Diversity of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) Genus on Ebony (Diospyros celebica Bakh.) at KHDTK Hasanuddin University. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M011211107-cover.pdf
Download (1MB)
M011211107-1-2.pdf
Download (399kB)
M011211107-dp.pdf
Download (237kB)
M011211107-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 July 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Eboni (Diospyros celebica), memiliki nilai ekonomi tinggi namun terancam punah akibat eksploitasi dan pertumbuhan lambat. Kelangsungan hidup D. celebica sangat bergantung pada interaksi lingkungan, khususnya tanah. Kesuburan tanah dipengaruhi oleh jamur mikoriza, terutama FMA, yang berperan penting dalam siklus hara, serta rehabilitasi spesies terancam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keanekaragaman genus FMA, serta menganalisis kelimpahan, penyebaran, dan tingkat kolonisasi FMA pada D. celebica di KHDTK Universitas Hasanuddin. Pengambilan sampel tanah dan akar menggunakan metode purposive sampling berdasarkan tiga fase pertumbuhan (pancang, tiang, pohon) dalam tiga plot. Setiap plot diambil sembilan titik sampel. Ekstraksi spora FMA dilakukan dengan teknik tuang-saring, diikuti identifikasi dan perhitungan di bawah mikroskop stereo dan compound menggunakan larutan PVLG dan Melzer's. Kolonisasi FMA dianalisis melalui pewarnaan akar. Parameter yang diamati kepadatan spora, kelimpahan relatif, frekuensi relatif, dan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Identifikasi spora FMA menunjukkan sembilan morfotipe dari dua genus: Glomus (6 jenis) dan Acaulospora (3 jenis), dengan Glomus sp1 dominan (33,26%; 100% kemunculan). Kepadatan spora tertinggi pada fase tiang (164,67 spora/50g tanah) dan terendah pada pohon (82 spora/50g tanah). Kolonisasi akar tertinggi di fase pancang (53,33%) dan terendah pada pohon (13,33%). Tanah bersifat agak masam dengan kandungan hara rendah dan C/N tinggi. Indeks keanekaragaman FMA tergolong sedang (1,74–1,82). Spora FMA dari genus Glomus dan Acaulospora berasosiasi dengan D. celebica, dengan Glomus sp1 sebagai jenis dominan. Kepadatan spora tertinggi pada fase tiang, sedangkan kolonisasi tertinggi pada fase pancang. Temuan ini menunjukkan penurunan simbiosis FMA seiring pertambahan umur tanaman.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Eboni, Fungi Mikoriza arbuskula, glomus, acaulospora, kolonisasi |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 00:16 |
| Last Modified: | 18 Dec 2025 00:16 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51742 |
