PENGELOLAAN LAHAN TERHADAP TINGKAT KEALAMIAN SISTEM AGROFORESTRI DI KELURAHAN BETTENG KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN PINRANG = LAND MANAGEMENT AND THE NATURALNESS OF AGROFORESTRY SYSTEMS IN BETTENG VILLAGE, LEMBANG DISTRICT, PINRANG REGENCY


ADILAH, NURUL (2025) PENGELOLAAN LAHAN TERHADAP TINGKAT KEALAMIAN SISTEM AGROFORESTRI DI KELURAHAN BETTENG KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN PINRANG = LAND MANAGEMENT AND THE NATURALNESS OF AGROFORESTRY SYSTEMS IN BETTENG VILLAGE, LEMBANG DISTRICT, PINRANG REGENCY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of sampul]
Preview
Image (sampul)
M011211101-tJ4ew7DaYvTCfWsX-20250810160908.jpg

Download (416kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1 - 2] Text (Bab 1 - 2)
M011211101-1-2.pdf

Download (350kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
M011211101-dp.pdf

Download (150kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
M011211101-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 December 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Sistem agroforestri merupakan pendekatan pengelolaan lahan yang mengintegrasikan tanaman kehutanan, pertanian, dan/atau peternakan dalam satu unit lahan untuk memperoleh manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial secara berkelanjutan. Namun, peningkatan aktivitas manusia dalam pengelolaan lahan dapat mengubah struktur dan fungsi ekosistem, yang berdampak pada penurunan indeks kealamian. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sub-sistem agroforestri, indeks kealamian lahan agroforestri, dan struktur vertikal dan horizontal lahan agroforestri di Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Kriteria lahan yang menjadi pengamatan yakni lahan yang dikelola dengan sistem agroforestri. Data yang dikumpulkan yaitu data inventarisasi, data wawancara, dan data kondisi lahan kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil. Hasil analisis menunjukkan zona I dan zona II memiliki perbedaan komponen penyusun lahan tetapi sub-sistem yang ditemukan pada kedua zona yakni Agrisilvikultur dan Agrosilvopastura. Hal tersebut berpengaruh terhadap indeks kealamian agroforestri di Kelurahan Betteng yakni memiliki rentang nilai kealamian 4-5 dan termasuk kedalam kategori “cultural”. Dengan struktur vertikal dan horizontal yang menunjukkan pola tanam random mixture yang terdiri dari strata B untuk tanaman kehutanan dan strata C untuk tanaman pertanian. Kesimpulan. Sub-sistem agrisilvikultur dan agrosilvopastura merupakan sub-sistem pengelolaan lahan berbasis agroforestri yang diterapkan di Kelurahan Betteng dengan indeks kealamian berada indeks kealamian 4 dan indeks kealamian 5 dan termasuk kategori “cultural”. Struktur vertikal dan horizontal menunjukkan lahan agroforestri di Kelurahan Betteng dikelola dengan pola tanam random mixture yang terdiri dari strata B-C.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: agroforestri, indeks kealamian, struktur vegetasi, komposisi jenis
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 18 Dec 2025 06:12
Last Modified: 18 Dec 2025 06:12
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51735

Actions (login required)

View Item
View Item