WAQIAH, NUR' (2025) KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA TANAH DI KAWASAN HUTAN PINUS BULU TANAH, DESA MATTAMPAWALIE, KECAMATAN LAPPARIAJA, KABUPATEN BONE = DIVERSITY OF LAND INSECT TYPES IN THE BULU TANAH PINE FOREST AREA, MATTAMPAWALIE VILLAGE, LAPPARIAJA DISTRICT, BONE REGENCY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M011211087-Z1XQISU3aLqg5r7u-20250812215733.jpg
Download (329kB) | Preview
M011211087-1-2.pdf
Download (245kB)
M011211087-dp.pdf
Download (93kB)
M011211087-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 December 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Keanekaragaman serangga tanah berperan penting dalam menjaga ekosistem hutan pinus, namun belum banyak diteliti di wilayah Bulu Tanah. Tujuan. Menganalisis keanekaragaman jenis serangga tanah di kawasan wisata dan non-wisata hutan pinus Bulu Tanah. Metode. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Pitfall trap dan Berlese funnel Trap, kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks kekayaan jenis Margalef (Dmg), indeks kemerataan Evennes dan indeks dominansi jenis. Hasil. Kawasan wisata hutan pinus bulu tanah memiliki tingkat keanekaragaman serangga tanah yang lebih tinggi dibanding kawasan non-wisata. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener di kawasan wisata adalah 2,01 (kategori sedang), sedangkan di kawasan non-wisata sebesar 1,49 (kategori rendah). Indeks kekayaan jenis Margalef pada kawasan wisata sebesar 4,00 dan pada non-wisata 3,07. Indeks kemerataan jenis di kawasan wisata mencapai 0,64, sementara di kawasan non-wisata sebesar 0,53, keduanya berada pada kategori stabil. Indeks dominansi jenis di kawasan wisata lebih rendah (0,20) dibanding non-wisata (0,40), menunjukkan sebaran jenis lebih merata di kawasan wisata Kesimpulan. Keanekaragaman serangga tanah lebih tinggi di kawasan wisata dengan total (23 spesies, 312 individu) dibanding kawasan non-wisata dengan total (16 spesies, 184 individu). Spesies terbanyak di kawasan wisata adalah Prenolepis impairs (143 individu), dan di non-wisata adalah Dolichoderus sp. (113 individu). Famili terbanyak adalah Formicidae, dengan ordo dominan Hymenoptera di kedua lokasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Serangga tanah; hutan pinus; kawasan wisata; kawasan non-wisata; keanekaragaman |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 06:08 |
| Last Modified: | 18 Dec 2025 06:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51728 |
