Faktor Risiko Ketidakpatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Penderita TB Paru Di Puskesmas Batua = Risk Factors Non-Adherence To Antitubercular Medication In Pulmonary Tuberculosis Patients At Batua Community Health Center


Akhyar, Muh. Fakhran Farezi (2025) Faktor Risiko Ketidakpatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Penderita TB Paru Di Puskesmas Batua = Risk Factors Non-Adherence To Antitubercular Medication In Pulmonary Tuberculosis Patients At Batua Community Health Center. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
K011191144-MNVupfe809dRQ4sg-20250516155620.jpg

Download (325kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
K011191144-1-2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
K011191144-dp.pdf

Download (464kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
K011191144-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 May 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Angka pengobatan lengkap tuberkulosis yang rendah menunjukkan adanya tantangan dalam penanganan kasus TB. Pengobatan TB terbilang cukup lama disertai dengan dosis OAT yang berbeda-beda tergantung kondisi pasien. Ketidakpatuhan minum OAT dalam kasus tuberkulosis dapat menjadi salah satu pemicu terhadap kegagalan pengobatan.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar faktor risiko ketidakpatuhan minum OAT pada penderita TB paru di Puskesmas Batua. Metode. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini berasal dari seluruh pasien TB di Puskesmas Batua berjumlah 288 dengan sampel terdiri dari kelompok kasus dan kontrol dengan total sampel sebanyak 140. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data yang dilakukan berupa univariat dan bivariat. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status pekerjaan (OR=2,13; 95% CI: 1,02–4,46), tingkat pengetahuan (OR=4,33; 95% CI: 1,99–9,57), dukungan keluarga (OR=3,18; 95% CI: 1,45–7,09), peran PMO (OR=2,57; 95% CI: 1,22–5,41) dan efek samping OAT (OR=3,76; 95% CI: 1,50–10,00) merupakan faktor risiko terhadap ketidakpatuhan minum OAT pada penderita TB paru di Puskesmas Batua. Kesimpulan. Pada penelitian ini status pekerjaan, tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, peran PMO, dan efek samping OAT merupakan faktor risiko yang bermakna secara statistik terhadap ketidakpatuhan minum OAT. Diharapkan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan edukasi yang berfokus pada pemahaman pentingnya pengobatan hingga tuntas meski telah merasa sembuh serta meningkatkan peran PMO melalui pelatihan untuk memantau dan mendampingi pasien TB lebih intensif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ketidakpatuhan, Obat Anti Tuberkulosis (OAT), Case Control, Tingkat Pengetahuan, Dukungan Keluarga
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 17 Dec 2025 06:09
Last Modified: 17 Dec 2025 06:09
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51727

Actions (login required)

View Item
View Item