Biaya Produksi Dan Nilai Ekonomi Pemanfaatan Limbah Pemanenan Kayu Akasia Menjadi Arang di Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Kab. Maros = Production Costs and Economic Value of Utilization of Acasia Wood Harvesting Waste into Charcoal in Cenrana Baru Village, Cenrana District, Maros Regency


APRIANTI, APRIANTI (2025) Biaya Produksi Dan Nilai Ekonomi Pemanfaatan Limbah Pemanenan Kayu Akasia Menjadi Arang di Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Kab. Maros = Production Costs and Economic Value of Utilization of Acasia Wood Harvesting Waste into Charcoal in Cenrana Baru Village, Cenrana District, Maros Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
M011211079-lYgHrCjc8pXO2AkP-20250820063958.png

Download (269kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1 - 2] Text (Bab 1 - 2)
M011211079-1-2.pdf

Download (286kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
M011211079-dp.pdf

Download (180kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
M011211079-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Pengelolaan sumberdaya hutan selalu ditujukan untuk memperoleh manfaat, baik manfaat langsung maupun manfaat tidak langsung. Upaya untuk mengetahui manfaat sumberdaya hutan ini perlu dilakukan penilaian terhadap semua manfaat yang dihasilkan sebagai pertimbangan dalam pengalokasian sumberdaya hutan yang semakin langka. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung biaya produksi dan menganalisis nilai ekonomi dari pemanfaatan limbah pemanenan kayu Akasia menjadi arang di Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Metode. Metode yang digunakan adalah sensus terhadap 18 responden, dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan arang dilakukan secara tradisional menggunakan lubang tanah dengan bahan baku berupa limbah kayu dari lahan milik masyarakat. Hasil. Total biaya produksi arang mencapai Rp 11.571.965 per tahun, yang terdiri atas biaya tetap sebesar Rp 1.017.000 dan biaya variabel sebesar Rp 10.554.965. Nilai ekonomi arang dihitung menggunakan pendekatan harga pengganti berdasarkan nilai kalor, yaitu setara dengan penghematan biaya LPG sebesar Rp 833.000 per bulan atau Rp 9.996.000 per tahun. Meskipun nilai produksi secara pasar tampak tinggi, arang tidak diperjualbelikan dan hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, nilai ekonomi arang bersifat estimatif. Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kayu menjadi arang memiliki potensi ekonomi dalam mengurangi pengeluaran rumah tangga serta mendukung pemanfaatan energi lokal terbarukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ekonomi, Limbah Kayu, Arang
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 18 Dec 2025 05:50
Last Modified: 18 Dec 2025 05:50
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51713

Actions (login required)

View Item
View Item