Identifikasi Karakteristik Sifat Fisik dan Ciri Morfologi Tanah Gambut di Kecamatan Petasia Timur Kabupaten Morowali Utara = dentification of Physical and Morphological Characteristics of Peat Soil in East Petasia Sub-district, North Morowali Regency


PANTILEN, DEA AURELIA (2025) Identifikasi Karakteristik Sifat Fisik dan Ciri Morfologi Tanah Gambut di Kecamatan Petasia Timur Kabupaten Morowali Utara = dentification of Physical and Morphological Characteristics of Peat Soil in East Petasia Sub-district, North Morowali Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G051211072-X1Rp8LVmyeInChwc-20250416144134.jpg

Download (321kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G051211072-1-2.pdf

Download (602kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
G051211072-dp.pdf

Download (125kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G051211072-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 April 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Konversi hutan menjadi perkebunan pada lahan gambut tentu saja berimplikasi pada perubahan sifat fisik tanah gambut tersebut. Sifat fisik tanah merupakan kunci penentu kualitas suatu lahan dan lingkungan. Lahan dengan sifat fisik yang baik akan memberikan kualitas lingkungan yang baik juga. Selain itu sifat fisik tanah gambut merupakan faktor yang sangat menentukan tingkat produktivitas tanaman dan keberlanjutan kualitas tanah yang diusahakan pada lahan gambut. Tujuan Mengidentifikasi dan membandingkan sifat fisik tanah gambut berdasarkan dua penggunaan lahan di Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara. Metode. Penentuan lokasi pengamatan dipilih secara purpossive sampling ditetapkan berdasarkan pengamatan di lapangan pada dua penggunaan lahan yang berbeda. Metode analisis menggunakan metode analisis komparatif yang membandingkan karakteristik sifat fisik tanah antara perkebunan kelapa sawit gambut dengan hutan gambut.Parameter yang diamati adalah Tingkat Kematangan, Warna Tanah, Bulk Density, Porositas, Permeabilitas. Hasil. Ketebalan gambut paling dalam berada pada T2. T3 (hutan) cenderung memiliki tingkat kematangan yang lebih mentah, permeabilitas dan porositas yang lebih tinggi. Nilai bulk density tertinggi berada pada T2 sebagai kawasan perkebunan kelapa sawit yang letaknya berada jauh dari sungai. Kesimpulan. Konversi hutan menjadi perkebunan berpengaruh pada Sifat fisik tanah berupa permeabilitas dan porositas cenderung lebih tinggi pada hutan gambut dibandingkan dengan perkebunan kelapa sawit tetapi berbanding terbalik pada parameter bulk density. Selain itu konversi hutan menjadi perkebunan pada lahan gambut juga berpengaruh pada karakteristik morfologi seperti warna, tingkat kematangan dan tinggi muka air tanah

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Fisik Tanah, Gambut, Hutan, Perkebunan.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 18 Dec 2025 05:43
Last Modified: 18 Dec 2025 05:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51707

Actions (login required)

View Item
View Item