STRATEGI PERBAIKAN STAGNANSI PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT BEDAH RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO DENGAN MENGGUNAKAN LEAN HOSPITAL = A STRATEGY TO IMPROVE PATIENT STAGNATION IN THE EMERGENCY DEPARTMENT OF DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO GENERAL HOSPITAL USING LEAN HOSPITAL


NASMAN, MICHIKO INAS ANNISA (2025) STRATEGI PERBAIKAN STAGNANSI PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT BEDAH RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO DENGAN MENGGUNAKAN LEAN HOSPITAL = A STRATEGY TO IMPROVE PATIENT STAGNATION IN THE EMERGENCY DEPARTMENT OF DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO GENERAL HOSPITAL USING LEAN HOSPITAL. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K022202006-Cover.jpeg

Download (272kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
K022202006-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (950kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K022202006-dp(FILEminimizer).pdf

Download (146kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K022202006-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Stagnansi pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Bedah merupakan salah satu permasalahan serius dalam manajemen pelayanan rumah sakit. Kondisi ini mencerminkan terhambatnya aliran pasien dari IGD menuju ruang rawat inap, yang berisiko menurunkan mutu pelayanan dan meningkatkan risiko keselamatan pasien. Menurut standar The Joint Commission, waktu boarding pasien, yaitu lamanya pasien berada di IGD setelah dinyatakan perlu dirawat inap, tidak boleh melebihi 4 jam. Waktu tinggal yang melebihi standar ini terbukti dapat meningkatkan risiko infeksi nosokomial, kelelahan petugas, serta memperburuk kepuasan pasien. Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, permasalahan stagnansi ini masih kerap terjadi dan memerlukan perbaikan sistematis..Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi perbaikan stagnansi pasien dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) Bedah ke Instalasi Rawat Inap dengan pendekatan Lean Hospital. Metode. Penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan Lean untuk mengidentifikasi aktivitas non-value-added (pemborosan) dalam alur pelayanan pasien. Pendekatan tersebut didukung oleh penggunaan beberapa tools Lean, yaitu Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan alur proses, Fishbone Diagram untuk menelusuri akar penyebab masalah, dan Kaizen sebagai pendekatan perbaikan berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui metode kualitatif berupa observasi langsung, wawancara mendalam dengan petugas terkait, serta telaah dokumen rumah sakit. Hasil. Hasil Pemetaan alur (VSM) menunjukkan bahwa tahapan Observasi dan Dokumentasi menjadi titik tunggu terlama, yaitu 3 jam 3 menit 15 detik. Penundaan dominan disebabkan oleh menunggu instruksi dari DPJP dengan rata-rata 2 jam 7 menit 17 detik. Kategori waste yang paling sering muncul adalah waiting. Kesimpulan. Strategi perbaikan berbasis Kaizen direkomendasikan untuk mengurangi pemborosan waktu dan meningkatkan efisiensi alur pasien dari IGD Bedah ke ruang rawat inap.

Keyword : Stagnansi; Instalasi Gawat Darurat; Identifikasi Pemborosan; Lean.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Patient Stagnation, Emergency Departement, Wasta Identification.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Rumah Sakit
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 17 Dec 2025 05:18
Last Modified: 17 Dec 2025 05:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51696

Actions (login required)

View Item
View Item