RAMADANI, MUH. SAEFUL (2025) NERACA PEMANFAATAN GULA AREN DI DESA TURU ADAE DAN KELURAHAN KAHU, KABUPATEN BONE = Balance Sheet of Palm Sugar Utilization in Turu Adae Village and Kahu Subdistrict, Bone Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M011211062-2luLVFnjm1KwzMXa-20250807150708.jpg
Download (81kB) | Preview
M011211062-1-2.pdf
Download (387kB)
M011211062-dp.pdf
Download (128kB)
M011211062-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 June 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Gula aren merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat pedesaan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Tanaman aren (Arenga pinnata) tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat dipanen sepanjang tahun dan menjadi sumber penghasilan utama bagi petani penyadap nira. Namun, pemanfaatannya belum sepenuhnya didasarkan pada sistem pengelolaan yang terukur dan berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menilai keseimbangan antara eksploitasi dan pelestarian sumber daya alam adalah dengan menggunakan neraca sumber daya, baik dalam bentuk fisik maupun moneter. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis neraca pemanfaatan gula aren secara fisik dan moneter di Desa Turu Adae dan Kelurahan Kahu, Kabupaten Bone. Gula aren sebagai hasil hutan bukan kayu memiliki nilai ekonomi yang penting dan menjadi sumber pendapatan utama masyarakat setempat. Metode. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara dengan teknik purposive dan snowball sampling, serta studi literatur. Hasil. Neraca fisik mencakup cadangan awal, penambahan, deplesi, dan cadangan akhir dalam satuan kilogram, sedangkan neraca moneter menghitung nilai ekonomi dari tiap komponen tersebut dalam satuan Rupiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan awal gula aren di dua wilayah sebesar 75.525 kg, dengan penambahan sebesar 147.676 kg dan deplesi 18.798 kg, menghasilkan cadangan akhir 204.403 kg. Dalam neraca moneter, nilai cadangan awal mencapai Rp 932.027.500, penambahan sebesar Rp 1.812.038.750, dan deplesi senilai Rp 186.992.284. Cadangan akhir bernilai Rp 5.488.132.500. Kesimpulan. Data ini menunjukkan bahwa pemanfaatan gula aren masih berkelanjutan dan menunjukkan pertumbuhan yang positif. Namun, diperlukan strategi seperti peningkatan efisiensi produksi, diversifikasi produk, serta penguatan akses pasar untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pengolah gula aren.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gula aren, hasil hutan bukan kayu, neraca fisik, neraca moneter, pemanfaatan berkelanjutan. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 17 Dec 2025 04:50 |
| Last Modified: | 17 Dec 2025 04:50 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51694 |
