Evaluasi Metode Sterilisasi yang Efektif Untuk Kultur Jaringan Rosemary (Rosmarinus officinalis L.) = Evaluation of Effective Sterilization Methods For Rosemary (Rosmarinus officinalis L.)


Tjora, Andre Dharmawan (2025) Evaluasi Metode Sterilisasi yang Efektif Untuk Kultur Jaringan Rosemary (Rosmarinus officinalis L.) = Evaluation of Effective Sterilization Methods For Rosemary (Rosmarinus officinalis L.). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G011191005-58DK1h2c4GtTWlOV-20250512204839.jpg

Download (347kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G011191005-1-2.pdf

Download (259kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G011191005-dp.pdf

Download (271kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G011191005-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 March 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Rosemary merupakan tanaman herbal dengan aroma khas yang kuat, serta memiliki ekstrak senyawa fenolik dengan nilai ekonomis tinggi. Perbanyakan rosemary sulit dilakukan dari segi generatif, sehingga dilakukan lewat jalur alternatif lebih mudah, yakni pembiakan vegetatif seperti kultur in vitro, yang merupakan metode memperbanyak tumbuhan dengan kualitas tinggi serta bebas dari hama penyakit, tetapi keberhasilan proses ini sangat dipengaruhi oleh teknik sterilisasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik sterilisasi yang paling efektif dalam upaya mengurangi kontaminasi dan meningkatkan keberhasilan sterilisasi kultur in vitro rosemary. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Desember 2023 sampai dengan Agustus 2024 di Laboratorium Biosains dan Bioteknologi Reproduksi Tanaman Universitas Hasanuddin. Parameter pengamatan adalah laju kontaminasi, tingkat kontaminasi, persentase browning, jumlah kalus yang tumbuh, jenis kontaminan dan warna kontaminasi. Perlakuan sterilisasi menggunakan 8 metode yang berbeda, yakni kombinasi Tween 20 dan Bayclin (TW), kombinasi fungisida, Tween 20, dan Bayclin (FTB), kombinasi fungisida serta Bayclin atau NaOCl (BYNA), dua kali sterilisasi menggunakan NaOCl (D2N), sterilisasi menggunakan alkohol dan tidak menggunakan antioksidan (NoC), sterilisasi meggunakan HgCl2 (HG), sterilisasi menggunakan HgCl2 dan tidak menggunakan alkohol (NAHg), serta kombinasi fungisida dan HgCl2 (FHG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sterilisasi terbaik terdapat pada metode NAHg dan FHG, dimana tingkat kontaminasi total yakni 55,65% dan 63,42%, berhasil menghasilkan kalus dengan tigkat pertumbuhan 4,42% dan 18,18% meskipun tingkat browning tinggi. Jenis kontaminan berupa cendawan (fungi) dengan variasi warna putih, hitam, coklat, krem, dan biru, serta bakteri dengan variasi warna kuning, putih, coklat, krem, dan pink dengan perbandingan total 90,79% dan 9,21%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: kontaminasi, kultur in vitro, rosemary, sterilisasi
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 17 Dec 2025 04:47
Last Modified: 17 Dec 2025 04:47
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51692

Actions (login required)

View Item
View Item