INVENTARISASI SERANGGA YANG BERPOTENSI SEBAGAI HAMA DAN ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PADA 12 JENIS BIBIT DI PERSEMAIAN BALAI PERBENIHAN TANAMAN HUTAN WILAYAH II KABUPATEN BONE = . Inventory of Insects with Pest Potential and Analysis of Damage Levels in 12 Types of Seedlings at the Forest Plant Nursery in Bone Regency


ANNISA, DWIA PUTERI (2025) INVENTARISASI SERANGGA YANG BERPOTENSI SEBAGAI HAMA DAN ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PADA 12 JENIS BIBIT DI PERSEMAIAN BALAI PERBENIHAN TANAMAN HUTAN WILAYAH II KABUPATEN BONE = . Inventory of Insects with Pest Potential and Analysis of Damage Levels in 12 Types of Seedlings at the Forest Plant Nursery in Bone Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
M011211051-sJdulR16KHtUGp8y-20250808142958.jpg

Download (495kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M011211051-1-2.pdf

Download (381kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011211051-dp.pdf

Download (165kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M011211051-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 July 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Persemaian memiliki peran penting dalam menyediakan bibit berkualitas untuk mendukung keberhasilan program rehabilitasi hutan, namun proses ini kerap terganggu oleh serangan hama serangga yang merusak bagian tanaman seperti daun, batang, dan akar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis serangga yang berpotensi sebagai hama dan menganalisis tingkat kerusakan bibit di Persemaian Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah II Unit Bone, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan meliputi pengamatan gejala kerusakan, dan pengumpulan serangga menggunakan pitfall trap, light trap, sweep net, serta hand collection, disertai analisis faktor lingkungan. Sebanyak 25 jenis serangga berhasil diidentifikasi, terdiri atas hama, predator, parasitoid, polinator, pengurai, dan vektor patogen, dengan 11 di antaranya berperan sebagai hama. Hama dominan berasal dari ordo Orthoptera dan Hemiptera, seperti Valanga nigrocornis, Locusta migratoria, dan Leptocorisa oratoria. Gejala kerusakan paling umum berupa daun berlubang, mengkerut, bintik hitam, dan puru. Bibit Mangifera indica, Swietenia mahagoni, dan Vitex cofassus mengalami intensitas kerusakan tertinggi dengan kategori berat, sedangkan Falcataria moluccana termasuk dalam kategori ringan. Faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya mendukung aktivitas serangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian hama sejak dini sangat penting untuk menjaga kualitas bibit dan keberlanjutan ekosistem persemaian secara ramah lingkungan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Persemaian, Hama, Tingkat Kerusakan
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 17 Dec 2025 04:39
Last Modified: 17 Dec 2025 04:39
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51689

Actions (login required)

View Item
View Item