KEKUATAN HUKUM AKTA HIBAH SEBAGAI ALAS HAK DALAM MEMBUKTIKAN KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH = LEGAL POWER OF GRANT DEED AS REASONS OF RIGHTS IN PROVING OWNERSHIP OF LAND RIGHTS


AGAMGUNADI, SULHAMSYAH TRI (2025) KEKUATAN HUKUM AKTA HIBAH SEBAGAI ALAS HAK DALAM MEMBUKTIKAN KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH = LEGAL POWER OF GRANT DEED AS REASONS OF RIGHTS IN PROVING OWNERSHIP OF LAND RIGHTS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul]
Preview
Image (sampul)
B011181301-ljy4hR5ZdpAu6PTw-20250626124103.jpg

Download (812kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B011181301-1-2.pdf

Download (270kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
B011181301-dp.pdf

Download (194kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
B011181301-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 March 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

SULHAMSYAH TRI AGAMGUNADI (B011181301). JUDUL PENELITIAN “Kekuatan Hukum Akta Hibah Sebagai Alas Hak Dalam Membuktikan Kepemilikan Hak Atas Tanah” Dibawah bimbingan Sri Susyanti Nur sebagai Pembimbing Utama dan Muhammad Ilham Arisaputra sebagai Pembimbing Pendamping. Latar Belakang: Penelitian ini berfokus pada kedudukan dari Akta Hibah sebagai alas hak dalam membuktikan kepemilikan dari hak atas tanah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kedudukan Akta Hibah sebagai Alas Hak dalam Membuktikan Kepemilikan Hak Atas Tanah dan untuk mengetahui Dasar Pertimbangan Hukum Hakim dalam Menilai Akta Hibah sebagai alas hak dalam Putusan PN Enrekang No.6/Pdt.G/2015/PN Enr. jo. Putusan PT Makassar No.180/PDT/2016/PT.MKS jo. Putusan MA RI No.1721 K/Pdt/2017. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris, melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum primer yang digunakan dalam penelitian ini ialah Undang-Undangdan aturan lainnya, bahan hukum sekunder yang digunakan ialah buku, jurnal, serta artikel yang relevan dengan penelitian ini. Hasil: Kedudukan Akta Hibah yang pada dasarnya merupakan alas hak yang bisa saja membuktikan kepemilikan hak atas tanah, selama tidak adanya bukti dipersidangan yang dapat membatalkan alas hak tersebut. Kesimpulan: Memperoleh sebidang tanah dengan cara yang telah di atur dalam aturan yang berlaku dan melakukan pendaftaran terhadap bidang tanah yang dimiliki untuk memperoleh bukti kepemilikan berupa SHM (Sertifikat Hak Milik) sangat penting untuk dilakukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Akta Hibah, Sengketa Tanah, Hak atas Tanah.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 17 Dec 2025 03:43
Last Modified: 17 Dec 2025 03:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51680

Actions (login required)

View Item
View Item