RIFALDI, RIFALDI (2025) Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Sebaran Suhu Permukaan (LST) Di Kecamatan Polewali, Wonomulyo, Campalagian, Dan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar = The Effect of Land Cover Change on the Distribution of Surface Temperature (LST) in Polewali, Wonomulyo, Campalagian, and Tinambung Districts in Polewali Mandar Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M011211050-cover.png
Download (102kB) | Preview
M011211050-1-2.pdf
Download (509kB)
M011211050-dp.pdf
Download (172kB)
M011211050-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 July 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Pemanasan global merupakan suatu bentuk ketidakseimbangan ekosistem di Bumi yang disebabkan oleh peningkatan suhu rata-rata atmosfer, lautan, dan daratan. Suhu Permukaan Lahan (Land Surface Temperature) merupakan salah satu parameter untuk menganalisis perubahan iklim. Salah satu faktor peningkatan suhu permukaan adalah perubahan tutupan lahan, terutama konversi area bervegetasi menjadi lahan terbangun, menjadi faktor utama pemicu kenaikan suhu permukaan karena hilangnya efek pendinginan alami dari vegetasi. Pertumbuhan penduduk mendorong perubahan penutupan lahan dalam pegembangan daerah pemukiman dan infrastruktur, yang berpotensi meningkatkan suhu permukaan. Pemantauan perubahan penutupan lahan dan suhu permukaan lahan dapat dilakukan secara efisien menggunakan teknologi penginderaan jauh salah satunya melalui platform Google Earth Engine. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penutupan lahan, sebaran suhu permukaan, serta hubungan perubahan penutupan lahan terhadap suhu permukaan. Metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisi perubahan penutupan lahan dengan klasifikasi manual (digitasi on-screen), analisis sebaran suhu permukaan menggunakan sofware Google Earth Engine dan analisis hubungan perubahan penutupan lahan dengan suhu permukaan dengan metode overlay. Hasil. Hasil klasifikasi penutupan lahan di peroleh 10 jenis kelas tutupan lahan dengan luasan terluas berada pada kelas tutupan lahan sawah dengan luas 7.575,09 ha dan yang paling rendah adalah hutan mangrove seluas 15,70 ha. Hasil dari perubahan penutupan lahan didapatkan perubahan terbanyak pada priode 2014-2019 adalah pertanian lahan kering campur semak menjadi pertanian lahan kering seluas 210,96 ha dan pada tahun 2024 perubahan penutupan lahan yang paling banyak adalah perubahan penutupan lahan menjadi pemukiman seluas 207 ha. Hasil untuk suhu permukaa lahan di mana setiap kecamatan memiliki rata-rata suhu yang berbeda. Kemuadian hasil korelasi antara perubahan penutupan lahan di dapatkan hubungan yang kuat, di mana perubahan kelas penutupan lahan yg memiliki vegetasi menjadi lahan terbangun cenderung memiliki suhu yang lebih tinggi dan sebaliknya. Kesimpulan. Penelitian ini memperoleh 10 kelas penutupan lahan dengan perubahan penutupan lahan yang berbeda-beda setiap kecamatannya. Selain itu setiap kecamatan memiliki suhu rata-rata di tiap tahunnya berbeda. Korelasi yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan yang erat antara perubahan penutupan lahan dengan suhu permukaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tutupan Lahan, Suhu Permukaan Lahan (LST), Google Earth Engine, penginderaan Jauh, Polewali Mandar. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 17 Dec 2025 03:35 |
| Last Modified: | 17 Dec 2025 03:35 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51672 |
