Perilaku Anak Penyintas Kekerasan Seksual Pasca Konseling di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Makassar = Behavior of Child Survivors of Sexual Violence After Counseling at the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA) of Makassar City


AS'AD, MUH. (2025) Perilaku Anak Penyintas Kekerasan Seksual Pasca Konseling di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Makassar = Behavior of Child Survivors of Sexual Violence After Counseling at the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA) of Makassar City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K012211080-Cover.jpg

Download (187kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
K012211080-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (301kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K012211080-dp(FILEminimizer).pdf

Download (149kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K012211080-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 23 July 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

MUH. AS’AD. Perilaku anak penyintas kekerasan seksual pasca-konseling di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Makassar (dibimbing oleh Sudirman Nasir, dan Suriah). Latar Belakang. Penelitian tentang kekerasan seksual pada anak telah banyak dilakukan. Namun, penelitian ini tidak hanya mengeksplorasi kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak. Tetapi juga memetakan strategi coping yang digunakan penyintas pasca-konseling; pemberian layanan berbasis komunitas; dan dukungan sosial untuk penyintas dalam mengelola dampak trauma. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengungkap perilaku anak penyintas kekerasan seksual pasca konseling yang ditinjau dari strategi coping, efektivitas layanan perlindungan anak, serta dukungan sosial dalam penanganan kasus. Metode. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Melibatkan informan utama (anak penyintas), informan kunci (pendamping UPTD PPA), dan informan tambahan (keluarga penyintas dan masyarakat). Hasil. Hasil menunjukkan bahwa anak penyintas menerapkan beberapa metode coping multidimensi, seperti pencarian dukungan, pengendalian diri, dan penerimaan. Layanan untuk penanganan kasus kekerasan seksual pada anak meliputi pengaduan, penjangkauan, pengelolaan kasus, pendampingan, rumah aman, dan layanan rujukan akhir. Serta layanan berbasis komunitas seperti Shelter warga, Forum Anak, dan PUSPAGA dalam membantu proses pemulihan penyintas. Dukungan sosial yang diberikan masyarakat melalui shelter warga dan para aktifis perlindungan anak memainkan peran penting dalam proses pemulihan. Kesimpulan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan integrasi layanan kesehatan dan sosial dengan pendekatan komunitas. Tujuannya untuk memperkuat sistem perlindungan dan pemulihan penyintas yang berkelanjutan.

Keyword : Kekerasan seksual pada anak; penyintas; strategi coping; layanan kesehatan; dukungan sosial; UPTD PPA.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Sexual violence against children; survivors; coping strategies; health services; social support; UPTD PPA.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 17 Dec 2025 02:49
Last Modified: 17 Dec 2025 02:49
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51659

Actions (login required)

View Item
View Item