Analisis Keabsahan Penerimaan Harta Waris Berdasarkan Surat Wasiat Yang Tidak Dititipkan Kepada Notaris (Studi Putusan Nomor: 292/PDT. G/2018/PN Mks) = Analysis Legality of Receiving Inheritance Based on Testament that is Not Notarized (Study of Court Judgment Number: 292/PDT. G/2018/PN Mks)


THIODORES, ELIZABETH (2025) Analisis Keabsahan Penerimaan Harta Waris Berdasarkan Surat Wasiat Yang Tidak Dititipkan Kepada Notaris (Studi Putusan Nomor: 292/PDT. G/2018/PN Mks) = Analysis Legality of Receiving Inheritance Based on Testament that is Not Notarized (Study of Court Judgment Number: 292/PDT. G/2018/PN Mks). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul]
Preview
Image (sampul)
B011181085-KNbneFU8oEdjp1gk-20250701151002.jpg

Download (78kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B011181085-1-2.pdf

Download (226kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
B011181085-dp.pdf

Download (104kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
B011181085-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 February 2027.

Download (983kB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Pada perkara Nomor 292/Pdt.G/2018/PN Mks. Terdapat surat wasiat dibuat oleh pewaris yang merupakan wasiat di bawah tangan yang tidak pernah diketahui dan dititipkan kepada Notaris. Oleh karena itu, surat wasiat ini tidak sesuai dengan ketentuan pada BW maupun UUJN. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan keberlakuan surat wasiat yang dibuat di bawah tangan dan tidak dititipkan kepada Notaris sebagaimana yang diatur pada Pasal 932 BW serta menganalisis dan menguraikan tindakan bank yang tidak mengalihkan harta waris kepada ahli waris testamentair termasuk dalam perbuatan melawan hukum. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian yaitu bahan hukum primer seperti peraturan perundang-undangan terkait dan bahan hukum sekunder seperti buku dan jurnal hukum. Bahan hukum akan dianalisis secara kualitatif menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Hasil: (1) surat wasiat olografis yang dibuat di bawah tangan dan tidak dititipkan kepada Notaris sehingga tidak memenuhi syarat formil yang diatur pada Pasal 932 BW memiliki konsekuensi ancaman kebatalan. Namun, ancaman kebatalan yang diberikan tidak menjadikan surat wasiat olografis menjadi batal secara serta merta karenanya. Surat wasiat tetap berlaku sah dan memiliki kekuatan sebagai kehendak terakhir seseorang sepanjang surat wasiat tersebut terbukti bahwa tidak bertentangan dengan kesusilaan, tidak ada penyebab kepalsuan, tidak dibuat atas unsur paksa, tipu, dan muslihat serta tidak mengurangi bagian mutlak ahli waris legitimaris. Surat wasiat tetap berlaku sah dan memiliki kekuatan sebagai kehendak terakhir pewaris sepanjang tidak ada ahli waris yang keberatan. (2) perbuatan bank yang tidak mencairkan rekening milik pewaris kepada ahli waris testamentair tidak sepatutnya dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum karena menerapkan prinsip kehati-hatian dalam melakukan pencairan rekening milik pewaris. Kesimpulan: Surat wasiat tetap berlaku sah dan memiliki kekuatan sebagai kehendak terakhir seseorang sepanjang surat wasiat tersebut terbukti tidak bertentangan dengan kesusilaan, tidak ada penyebab kepalsuan, tidak dibuat atas unsur paksa, tipu, dan muslihat serta tidak mengurangi bagian mutlak ahli waris legitimaris. Bank tidak sepatutnya dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum karena menerapkan prinsip kehati-hatian dalam melakukan pencairan rekening milik pewaris.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Notaris, Wasiat Olografis, Perbuatan Melawan Hukum
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 17 Dec 2025 02:47
Last Modified: 17 Dec 2025 02:47
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51658

Actions (login required)

View Item
View Item