ALFARIZA, MUHAMMAD HABIBIE (2025) Partisipasi Masyarakat Berbasis Commons Dalam Pengelolaan Hkm Desa Kapita Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto, Setelah 15 Tahun Program Berjalan = Commons Based Community Participation in the Management of Community Forestry in Kapita Village, Bangkala Subdistrict, Jeneponto Regency, After 15 Years of Program Implementation. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M011211014-8WpX1C7ui2qE5MYD-20250819152405.png
Download (154kB) | Preview
M011211014-1-2.pdf
Download (259kB)
M011211014-dp.pdf
Download (96kB)
M011211014-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 August 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Hutan Kemasyarakatan (HKm) Desa Kapita merupakan salah satu HKm tertua di Sulawesi Selatan yang dibentuk sejak tahun 1998. Skema ini memperoleh Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm) pada tahun 2010, yang menjadi tonggak pengelolaan resmi dan terstruktur sesuai kerangka kebijakan perhutanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan bentuk pemanfaatan lahan setelah 15 tahun program berjalan di Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, menggunakan teori Ladder of Citizen Participation dari Arnstein dan prinsip Commons dari Elinor Ostrom sebagai kerangka analisis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 20 informan kunci yang terdiri dari pengurus dan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat berada pada tingkat “kemitraan” (partnership), di mana masyarakat secara aktif terlibat dalam musyawarah dan pelaksanaan program, namun masih belum sepenuhnya memiliki kontrol atas pengambilan keputusan strategis. Dalam hal pemanfaatan, masyarakat telah menerapkan sistem agroforestri dengan komoditas utama seperti jambu mete, kopi, jagung, dan pohon kayu. Praktik pemanfaatan ini menunjukkan penerapan sebagian besar prinsip commons, seperti batas wilayah yang jelas, aturan lokal yang sesuai, partisipasi dalam pengambilan keputusan, dan pengawasan internal. Namun, tantangan masih ditemukan dalam aspek otonomi penuh dan perluasan jaringan kelembagaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan lokal dan perluasan kemitraan lintas sektor untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hutan Kemasyarakatan, partisipasi masyarakat, commons, Desa Kapita, agroforestri |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 17 Dec 2025 02:11 |
| Last Modified: | 17 Dec 2025 02:11 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51642 |
