ANALISIS SEMIOTIKA PATUNG DEWA DEWI DI VIHARA IBU AGUNG BAHARI KOTA MAKASSAR = Semiotic Analysis of God and Goddess Statues in the Ibu Agung Bahari Monastery Makassar City.


YUSUF, MIRANDA INTAN (2025) ANALISIS SEMIOTIKA PATUNG DEWA DEWI DI VIHARA IBU AGUNG BAHARI KOTA MAKASSAR = Semiotic Analysis of God and Goddess Statues in the Ibu Agung Bahari Monastery Makassar City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F091201034-Cover.png

Download (90kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F091201034-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (199kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F091201034-dp(FILEminimizer).pdf

Download (88kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F091201034-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 23 July 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

MIRANDA INTAN YUSUF. 2025. Analisis Semiotika Patung Dewa Dewi di Vihara Ibu Agung Bahari Kota Makassar. (dibimbing oleh Muhammad Hasyim dan Dian Sari Unga Waru). Latar Belakang. Patung-patung dewa dewi yang berada di Vihara Ibu Agung Bahari Kota Makassar, memiliki makna simbol dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa karena patung-patung tersebut merepresentasikan nilai-nilai budaya, kepercayaan, dan harapan yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Tionghoa. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan simbol dan makna simbol patung dewa dewi yang berada di altar pemujaan Ibu Agung Bahari Kota Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, perekaman, dokumentasi, dan catatan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, klasifikasi data, deskripsi simbol, penafsiran makna simbol, dan penarikan kesimpulan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 patung dewa dewi di Vihara Ibu Agung Bahari yang memiliki simbolisme yang erat kaitannya dengan nilai-nilai kepercayaan masyarakat Tionghoa. Patung Tiān Shàng Shèng Mǔ dan Xuán Tiān Shàng Dì menyimbolkan perlindungan, patung Dì Mǔ Niáng Niáng dan Zhù Shēng Niáng Niáng menyimbolkan kesuburan, patung Cái Shén dan Wén Cái Shén menyimbolkan kekayaan, patung Tài Suì Xīng Jūn dan Fú, Lù, Shòu menyimbolkan keberuntungan. Selain itu, patung Guān Shèng Dì Jūn menyimbolkan kejujuran, patung Fúdé Zhèng Shén menyimbolkan kesejahteraan, patung Guǎng Zé Zūn Wáng menyimbolkan penyembuh, patung Wén Chāng Dì Jūn menyimbolkan kecerdasan, Tài Shàng Lǎo Jūn menyimbolkan keharmonisan dan patung Jīn Xiān Jīn Mǔ menyimbolkan perjodohan. Kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa patung-patung tersebut tidak hanya menjadi objek pemujaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Tionghoa di Makassar.

Keyword : Patung dewa dewi, Vihara,Simbol, semiotika Charles Sanders Pierce.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Gods and Goddesses Statue, Monastery, Symbol, Charles Sanders Pierce semiotics.
Subjects: P Language and Literature > PQ Romance literatures
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 17 Dec 2025 00:39
Last Modified: 17 Dec 2025 00:39
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51625

Actions (login required)

View Item
View Item