Model Spasial Deofrestasi Maluku dan Maluku Utara = Spatial Model of Deforestation in Maluku and North Maluku


ANISAH, NURUL (2025) Model Spasial Deofrestasi Maluku dan Maluku Utara = Spatial Model of Deforestation in Maluku and North Maluku. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M011191002-jaUts2zPZygiVm4S-20250812152456.jpg

Download (566kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M011191002-1-2.pdf

Download (164kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
M011191002-dp.pdf

Download (174kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M011191002-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 July 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

NURUL ANISAH. Model Spasial Deforestasi Maluku dan Maluku Utara. (dibimbing oleh Syamsu Rijal dan Munajat Nursaputra). Latar belakang. Deforestasi adalah salah satu masalah lingkungan yang paling serius di dunia yang menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca sebesar 17%. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaporkan bahwa deforestasi Indonesia pada periode 1990-2000, rata-rata mencapai sekitar 1,7 juta ha per tahun dan terjadi peningkatan pada periode 2000-2018 yang mencapai sekitar 3,1 juta ha per tahun. Deforestasi di Provinsi Maluku pada periode 1990-2020 adalah seluas 321.959,47 ha sedangkan deforestasi di Provinsi Maluku Utara pada periode 1990-2018 adalah seluas 104.528,763 ha. Kejadian deforestasi yang terjadi di Kepulauan Maluku terjadi akibat adanya konsesi pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. Penyebab lain terjadinya deforestasi disebabkan oleh faktor sosial-ekonomi dan politik. Model spasial deforestasi digunakan untuk menggambarkan deforestasi pada suatu wilayah berdasarkan hasil analisis faktor-faktor pendorong (pemicu) bagi terjadinya deforestasi, berupa kepadatan penduduk, umur produktif, pekerjaan dan pendidikan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan model spasial deforestasi berdasarkan aspek sosial di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara. Metode. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data yang diolah menggunakan analisis skoring, metode PCA (Principal Component Analysis), dan penentuan bobot masing-masing variabel. Hasil. Provinsi Maluku dan Maluku Utara menunjukkan adanya perbedaan model spasial deforestasi pada masing-masing karakteristik kejadian deforestasi. Pada Provinsi Maluku, profil deforestasi berpengaruh besar terhadap faktor pendorong umur produktif, sedangkan faktor pendorong pendidikan tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Disisi lain, pada Provinsi Maluku Utara, profil tidak rawan dan sangat rawan dipengaruhi oleh faktor pendorong umur produktif, sedangkan profil rawan dipengaruhi oleh faktor pendorong kepadatan penduduk. Namun, untuk ketiga profil deforestasi tersebut tidak dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Kesimpulan. Provinsi Maluku, memiliki variabel umur produktif dan kepadatan penduduk dengan kategori tidak rawan dan rawan. Sedangkan, variabel pendidikan cenderung memiliki bobot yang sangat rendah. Sementara itu, di Provinsi Maluku Utara, pada profil tidak rawan, variabel pekerjaan dan umur produktif menjadi faktor dominan, sedangkan pada profil rawan, kepadatan penduduk menjadi faktor utama deforestasi. Kata kunci: Deforestasi; Model; Spasial; Maluku; Maluku Utara; PCA.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Deforestasi; Model; Spasial; Maluku; Maluku Utara; PCA
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 17 Dec 2025 00:27
Last Modified: 17 Dec 2025 00:27
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51616

Actions (login required)

View Item
View Item