Faktor-Faktor Pembentuk Perubahan Penggunaan Lahan pada Areal Blok Pemberdayaan KPH Bulusaraung di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kab. Maros = Factors Influencing Land Use Change in the Empowerment Block Area of KPH Bulusaraung in Bonto Manurung Village, Tompobulu District, Maros Regency


RAHMAN, ARIF (2025) Faktor-Faktor Pembentuk Perubahan Penggunaan Lahan pada Areal Blok Pemberdayaan KPH Bulusaraung di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kab. Maros = Factors Influencing Land Use Change in the Empowerment Block Area of KPH Bulusaraung in Bonto Manurung Village, Tompobulu District, Maros Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M011181399-Z0d58pLalCSAB6OP-20250725183913.jpg

Download (112kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M011181399-1-2.pdf

Download (395kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011181399-dp.pdf

Download (151kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M011181399-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ARIF RAHMAN. Faktor-Faktor Pembentuk Perubahan Penggunaan Lahan pada Areal Blok Pemberdayaan KPH Bulusaraung di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kab. Maros (dibimbing oleh Supratman) Latar Belakang. Desa Bontomanurung dipilih berdasarkan tingkat pemanfaatan hutan dan deforestasi yang tinggi pada kawasan hutan, selain itu lokasi juga berada pada lahan potensial kritis. Kondisi tersebut membuat warga Desa Bonto Manurung merubah penggunaan lahan yang mereka miliki untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Perubahan penggunaan lahan oleh warga Desa Bonto Manurung terjadi pada Areal Blok Pemberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan yang ada di Blok Pemberdayaan Desa Bontomanurung. Metode. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara porposive sampling kemudian di analisis dengan metode deskriptif (mendeskripsikan). Metode deskriptif merupakan metode yang digunakan untuk mencari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat suatu fenomena. Metode ini dimulai dengan mengumpulkan data, menganalisis data dan menginterpretasikannya. Metode deskriptif dalam pelaksanaannya dilakukan melalui teknik survey, studi kasus, studi komparatif, studi tentang waktu dan gerak, analisis tingkah laku dan analisis dokumenter Hasil. Dari enam responden yang ditemui, terdapat 4 (empat) pola perubahan penggunaan lahan oleh masyarakat di Areal Blok Pemberdayan desa Bonto Manurung yaitu; sawah menjadi pertanian lahan kering campuran (PLKC); PLKC menjadi Lahan Terbuka; hutan lahan kering semak (HLKS) menjadi sawah; dan PLKC menjadi sawah. Kesimpulan. Desa Bonto Manurung, khususnya di areal blok pemberdayaan masyarakat. Perubahan tersebut mencakup konversi lahan dari sawah ke pertanian lahan kering campuran, dari pertanian lahan kering campuran menjadi lahan terbuka, serta dari hutan lahan kering semak menjadi sawah. Pola perubahan ini mencerminkan respons adaptif masyarakat terhadap tantangan lingkungan, seperti serangan hama, keterbatasan tenaga kerja, topografi, dan kesulitan dalam pengelolaan irigasi. Sebagian besar perubahan terjadi pada periode 2011–2015.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: perubahan; pemberdayaan; pertanian: campuran: blok
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 17 Dec 2025 00:12
Last Modified: 17 Dec 2025 00:12
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51610

Actions (login required)

View Item
View Item