Perbandingan Karakter Vocaloid Hatsune Miku dengan Kagamine Rin/Len produksi Crypton Future Media = Comparison of Vocaloid Character Hatsune Miku with Kagamine Rin/Len produced by Crypton Future Media


FATSYAL, SABINA (2025) Perbandingan Karakter Vocaloid Hatsune Miku dengan Kagamine Rin/Len produksi Crypton Future Media = Comparison of Vocaloid Character Hatsune Miku with Kagamine Rin/Len produced by Crypton Future Media. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F081201040-Cover.jpg

Download (495kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F081201040-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (302kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F081201040-dp(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (340kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F081201040-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 13 June 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Vocaloid bukan sekadar alat produksi musik, tetapi merupakan fenomena budaya pop yang menggabungkan teknologi, seni visual, dan kreativitas penggemar. Fenomena Vocaloid dimulai dengan peluncuran Hatsune Miku pada tahun 2007 oleh Crypton Future Media bekerja sama dengan Yamaha. Tak lama setelah itu, karakter lain yaitu Kagamine Rin dan Len pun dirilis. Kemunculan kedua Vocaloid ini merevolusi lanskap musik Jepang. Melalui perangkat lunak sintesis suara, Vocaloid memungkinkan individu menciptakan musik tanpa batasan vokalis manusia. Komunitas penggemar Vocaloid mendukung karya kolaboratif, mulai dari lagu hingga seni buatan penggemar (fan art), serta mengadakan konser hologram langsung yang mengaburkan batas antara kenyataan dan fiksi. Hal ini memperkuat ikatan komunitas lintas negara, menjadikan Vocaloid sebagai salah satu ekosistem kreatif digital paling berpengaruh di abad ke-21. Oleh karena itu, kemunculan Miku dengan Kagamine Rin dan Len sangat memengaruhi perkembangan budaya populer pada masanya. Namun, dalam perjalanannya, Kagamine Rin dan Len mengalami inkonsistensi dalam peningkatan kualitas audio dan visualnya, sehingga kini menjadi kurang populer. Berbeda dengan Kagamine Rin dan Len, Hatsune Miku telah menjadi simbol abadi idola virtual dalam model industri “database”, di mana para penggemar terus memproduksi dan membentuk narasi mereka sendiri. Skripsi ini menganalisis perkembangan Vocaloid sebagai budaya populer dan membandingkan karakter Hatsune Miku dengan karakter Kagamine Rin dan Len sebagai bagian dari budaya populer.

Keyword : Vocaloid, Hatsune Miku, Kagamine Rin dan Len.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Vocaloid, HatsuneMiku, Kagamine Rin and Len.
Subjects: P Language and Literature > PQ Romance literatures
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 16 Dec 2025 06:32
Last Modified: 16 Dec 2025 06:32
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51598

Actions (login required)

View Item
View Item